Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bukan Tambahan Kredit Tanpa Bunga, Ini Permintaan yang Diperlukan UMKM

Namun, salah satu pelaku UMKM di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebutkan pelaku usaha justru kurang berminat untuk memperoleh pinjaman tanpa bunga yang diluncurkan oleh pemprov di daerah tersebut. 
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 Juli 2020  |  20:53 WIB
Ilustrasi - Seorang pria duduk di deretan warung kaki lima yang tutup menyusul sepinya pengunjung akibat pandemi COVID-19 di Jakarta, Kamis (2/4/2020). Minimnya aktivitas perkantoran di Jakarta akibat pandemi COVID-19 membuat sejumlah pedagang warung kaki lima memilih untuk menutup dagangannya dan mudik ke kampung halaman. - ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Ilustrasi - Seorang pria duduk di deretan warung kaki lima yang tutup menyusul sepinya pengunjung akibat pandemi COVID-19 di Jakarta, Kamis (2/4/2020). Minimnya aktivitas perkantoran di Jakarta akibat pandemi COVID-19 membuat sejumlah pedagang warung kaki lima memilih untuk menutup dagangannya dan mudik ke kampung halaman. - ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan lembaga keuangan saling bersinergi untuk memberikan kredit modal kerja yang diharapkan dapat membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama yang terdampak pandemi Covid-19.  

Namun, salah satu pelaku UMKM di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebutkan pelaku usaha justru kurang berminat untuk memperoleh pinjaman tanpa bunga yang diluncurkan oleh pemprov di daerah tersebut. 

“Saya sementara fokus bagaimana caranya bisa membayar pinjaman. Jadi kalau tambah pinjaman lagi saya rasa itu bukan cara yang tepat,” kata pemilik UMKM Ensikei, Karolina Yunita Yalla-Liwulangi, Sabtu (25/7/2020).

Dia mengemukakan hal itu berkaitan dengan program pinjaman tanpa bunga yang diluncurkan Pemprov NTT untuk membantu UMKM di daerah itu.

Menurut dia, usaha yang digelutinya itu sedang dibebani bunga pinjaman dari bank dan PLN yang memberi pinjaman untuk mengembangkan usahanya.

Karena itu, dia mengatakan dirinya lebih fokus mencari cara untuk bisa membayar pinjaman. “Jadi kalau tambah pinjaman lagi, saya rasa itu bukan cara yang tepat,” katanya.

Menurut Karolina, yang harus dilakukan sekarang adalah menambah penjualan bukan menambah pinjaman karena menambah pinjaman memang bisa membantu memenuhi kebutuhan jangka pendek.

“Tetapi saya pribadi, yang saya butuhkan adalah menambah penjualan dan penghasilan,” katanya.

Dia hanya berharap pemerintah dapat membantu membuka pasar atau kesempatan bagi UMKN untuk berjualan.

“Kalau memang CFD atau pameran tidak bisa dibuka, tolong buka pameran online yang bisa diakses oleh masyarakat seluruh Indonesia,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kredit umkm
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top