Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menteri Basuki Minta SPAM Juanda Segera Pra Kualifikasi Lelang

Pembangunan SPAM menjadi salah satu prioritas kerja pemerintah untuk mendorong investasi dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 25 Juli 2020  |  23:59 WIB
Ilustrasi / SPAM Deli Serdang merupakan proyek SPAM yang direncanakan mempunyai kapasitas 240 liter per detik untuk melayani 7 (tujuh) Desa di Kecamatan Percut Sei Tuan dan 3 (tiga) Desa di Kecamatan Batang Kuis. /Kementerian PU
Ilustrasi / SPAM Deli Serdang merupakan proyek SPAM yang direncanakan mempunyai kapasitas 240 liter per detik untuk melayani 7 (tujuh) Desa di Kecamatan Percut Sei Tuan dan 3 (tiga) Desa di Kecamatan Batang Kuis. /Kementerian PU

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meminta proses lelang investasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Ir. H. Djuanda dapat direalisasikan dalam 2 minggu ke depan.

Basuki mengatakan pihaknya melalui Ditjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan tengah menyiapkan proses lelang investasi SPAM tesebut. Percepatan lelang itu perlu direalisasikan lantaran pemerintah terus berupaya meningkatkan akses air minum aman bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk di wilayah Ibu Kota DKI Jakarta.

Pemenuhan air baku Jakarta menjadi sangat penting guna mengurangi pengambilan air tanah yang berdampak negatif pada lingkungan, seperti penurunan permukaan tanah (land subsidence). Oleh karena itu,  Menteri PUPR  menuturkan pihaknya berkomitmen untuk mendukung investasi SPAM Djuanda ini dan akan mempercepat proses lelangnya.

"Saya minta dalam 2 minggu ke depan proses Pra Kualifikasi Lelang dapat dimulai," ujarnya dalam siaran pers, Sabtu (25/7/2020).

Pembangunan SPAM menjadi salah satu prioritas kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, untuk mendorong investasi dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional sekaligus meningkatkan pelayanan air minum untuk kawasan perkotaan metropolitan Jabodetabek yang layak dan aman.

Basuki menuturkan prasarana dan sarana air minum merupakan infrastruktur dasar yang memberikan pengaruh vital pada kesehatan dan lingkungan. Pembangunan SPAM Regional Ir. H. Djuanda menjadi salah satu upaya mengurangi penggunaan air tanah dengan meningkatkan pasokan air bagi warga Jakarta melalui sistem perpipaan.

"Selain itu, pembangunan SPAM ini juga diharapkan dapat menjaga optimisme dan kesinambungan pembangunan infrastruktur di tengah ketidakpastian ekonomi akibat pandemi Covid-19," kata Basuki

Pembangunan SPAM Ir. H. Djuanda atau Jatiluhur II akan menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Dengan skema KPBU, diharapkan penambahan layanan air minum bisa terlaksana lebih cepat dan masyarakat tetap membayar biaya pengolahan air menjadi air layak minum dengan tarif terjangkau terutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Berdasarkan data, estimasi biaya investasi pembangunan SPAM tersebut sebesar Rp5,97 triliun.

SPAM Regional Ir. H. Djuanda yang rencana konstruksinya akan dimulai pada tahun 2021 – 2023 nantinya akan melayani pemenuhan air baku di area DKI Jakarta (3.500 liter/detik), Kabupaten Bekasi (2.000 liter/detik), Kabupaten Bogor (2.000 liter/detik), Kota Bekasi (1.000 liter/detik), dan Kabupaten Karawang (850 liter/detik) dengan memanfaatkan alokasi air baku dari Waduk Jatiluhur sebesar 10.000 liter/detik.

Proyek SPAM Juanda diprakarsai oleh badan usaha dengan calon pemrakarsa konsorsium MMVP yang terdiri atas Mayniland Water Serv. Inc., Metropac Water Invest. Corp., PT Varsha Zamindo Lestari, PT PP (Persero) Tbk., dan PT PP Infrastruktur. Masa kontrak melalui bangun guna serah (build, operate, transfer) selama 30 tahun dengan pengembalian investasi melalui tarif air.

Rencana tapak offtake tersebar di 5 lokasi yaitu DKI Jakarta berlokasi di Kelurahan Bambu Apus, Kota Bekasi berlokasi di Kelurahan Marga Mulya, Kabupaten Bekasi berlokasi di Kelurahan Sertajaya Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Karawang berlokasi di Kelurahan Wadas Kecamatan Teluk Jambe Timur, dan offtake Kota Bogor berlokasi di Kelurahan Wanaherang Kecamatan Gunung Putri.

Selain SPAM Ir. H. Djuanda, Kementerian PUPR juga tengah membangun proyek SPAM Regional Karian-Serpong berkapasitas 4.600 liter/detik dan SPAM Regional Jatiluhur I berkapasitas 5.000 liter/detik untuk menambah pasokan air baku di Jakarta. SPAM Karian-Serpong rencananya dapat dimulai konstruksinya pada tahun 2021 untuk melayani sekitar 1.6 juta warga di Jakarta bagian Barat dan sekitarnya.

Sistem ini akan melayani area DKI Jakarta (3.200 liter/detik), Tangerang (650 liter/detik), dan Tangerang Selatan (750 liter/detik) dengan pipa transmisi sepanjang 25,2 km. Masa kontrak KPBU SPAM tersebut direncanakan selama 33 tahun dimana pengembalian investasi dilakukan dengan tarif air.

Sementara itu, SPAM Regional Jatiluhur I yang berkapasitas 5.000 liter/detik juga dibangun melalui skema KPBU atas prakarsa badan usaha (unsolicited) dengan Perum Jasa Tirta II (PJT II) sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerjasama atau PJPK. Sebanyak 80 persen dari alokasi air SPAM Jatiluhur I akan melayani sebagian wilayah DKI Jakarta, melalui PAM Jaya.

Sementara itu, 20 persen sisanya untuk melayani wilayah Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi melalui PDAM-nya masing masing. Total tambahan penduduk terlayani sebanyak 2 juta jiwa dengan target beroperasi pada 2021.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

spam Kementerian PUPR basuki hadimuljono
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top