Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kemenperin Optimistis Neraca Dagang TPT Tetap Surplus

Kemenperin akan fokus memulihkan industri kecil dan menengah (IKM) TPT dalam waktu dekat.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 23 Juli 2020  |  12:55 WIB
Seorang karyawan tengah menjahit seragam militer di pabrik PT Sri Rejeki Isman Tbk. Divisi garmen merupakan salah satu pilar usaha perusahaan tekstil berbasis di Solo tersebut. - sritex.co.id
Seorang karyawan tengah menjahit seragam militer di pabrik PT Sri Rejeki Isman Tbk. Divisi garmen merupakan salah satu pilar usaha perusahaan tekstil berbasis di Solo tersebut. - sritex.co.id

Bisnis.com, JAKARTA — Pandemi Covid-19 telah membuat Kementerian Perindustrian merevisi target pertumbuhan produksi industri tekstil dan produk tekstil ke zona merah. Namun, Kemenperin optimistis dapat menjaga neraca dagang industri TPT tetap surplus pada akhir 2020.

Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kemenperin Elis Masitoh mengatakan bahwa pihaknya telah memprognosis pertumbuhan produksi tekstil dan produk tekstil (TPT) menjadi negatif 1 persen.

Adapun, realisasi laju pertumbuhan industri TPT pada kuartal I/2020 tercatat sebesar -1,24 persen.

“[Industri TPT] bisa pulih [pada semester II/2020], tapi tidak bisa kembali ke kondisi sedia kala karena [performa] ekspornya masih belum baik. Untuk [kembali seperti kondisi] normal sulit. Jadi, mudah-mudahan pada 2021 sudah mulai normal," katanya kepada Bisnis, Kamis (23/7/2020).

Oleh karena itu, menurut Elis, pihaknya akan fokus memulihkan industri kecil dan menengah (IKM) TPT dalam waktu dekat. Pasalnya, mayoritas IKM TPT berorientasi pasar domestik.

Elis menyampaikan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Luar Negeri untuk mempromosikan produk TPT lokal ke pasar-pasar tradisional dan nontradisional.

Walaupun pertumbuhan volume produksi indsutri TPT melambat, dia optimistis  kementerian dapat menjaga neraca dagang TPT tetap surplus. Namun, dirinya memastikan tren penurunan nilai neraca dagang akan berlanjut pada tahun ini.

Badan Pusat Statistik mendata neraca perdagangan industri TPT pada akhir 2019 mencapai US$3,49 miliar. Angka tersebut lebih rendah sekitar 23 persen dari realisasi akhir 2018 yakni senilai US$4,59 miliar.

Elis optimistis Kemenperin dapat menjaga neraca dagang industri TPT nasional setidaknya senilai US$3 miliar. Dengan kata lain, neraca dagang industri TPT pada akhir 2020 dapat terkontraksi hingga 14,04 persen secara tahunan.

"Kalaupun sekarang ekspornya turun, saya juga harus mengendalikan impornya supaya impornya turun. Kalau keduanya turun, neraca saya masih surplus," ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tekstil tekstil dan produk tekstil
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top