Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sempat Terlupakan, KAI Munculkan Lagi Monumen Perjuangan Senen

Monumen Tekad Merdeka atau Perjuangan Senen yang sebelumnya tertutup lapak pedagang asongan kini kembali terlihat di Stasiun Pasar Senen usai dilakukan penataan.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 21 Juli 2020  |  15:37 WIB
Monumen Tekad Merdeka di plaza Stasiun Pasar Senen setelah dilakukan penataan. Dok. www.kai.id
Monumen Tekad Merdeka di plaza Stasiun Pasar Senen setelah dilakukan penataan. Dok. www.kai.id

Bisnis.com, JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI "memunculkan" kembali salah satu monumen bersejarah di Stasiun Pasar Senen yang sebelumnya sempat tersembunyi, namanya Monumen Tekad Merdeka atau Perjuangan Senen.

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan ketika pengguna KA atau masyarakat memasuki kawasan plaza stasiun, akan terlihat jelas salah satu monumen bersejarah itu.

"Monumen ini sempat terlupakan karena pernah tersembunyi diantara lapak pedagang asongan. Namun, seiring dengan penataan stasiun, monumen ini kembali hadir dengan tampilan yang lebih baik dan terawat," kata Joni, Selasa (21/7/2020).

Dia menuturkan monumen ini dibangun untuk mengenang berbagai peristiwa yang pernah terjadi di daerah Senen dan sekitarnya. Senen dan sekitarnya adalah daerah yang pernah menjadi lokasi pertempuran pejuang-pejuang Indonesia selama perjuangan fisik Jakarta, terutama setelah kapal-kapal perang Sekutu mendarat di Teluk Jakarta (29 September 1945).

Patung Monumen Perjuangan Senen yang bergaya realistis dengan teknik pembuatan beton cor bubut batu semen yang didatangkan dari daerah Sleman Jawa Tengah. Pembuatan patung dilakukan di Sanggar Pucuk Citra dan diresmikan oleh Walikota Jakarta Pusat A. Munir pada 2 Mei 1982.

Pihaknya menuturkan setelah dilakukan penataan Stasiun Pasar Senen, monumen tersebut kini dapat terlihat dengan jelas oleh masyarakat yang melintas plaza stasiun. Monumen tersebut menambah keindahan kawasan Stasiun Pasar Senen yang kini sudah tertata dengan baik.

"Dengan adanya penataan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami sejarah kawasan senen, turut membantu melestarikannya, dan dapat lebih nyaman saat akan menggunakan kereta api di Stasiun Pasar Senen," ujarnya.

Stasiun Pasar Senen, lanjutnya, merupakan salah satu stasiun tersibuk di Indonesia. Saat kondisi normal sebelum Pandemi Covid-19, jumlah pelanggan KRL mencapai 7.342 pelanggan perhari. Adapun, pelanggan KA Jarak Jauh dan Lokal mencapai 16.308 pelanggan per hari, dan saat peak season 19.379 pelanggan per hari.

Pada masa new normal, KAI mengoperasikan tiga KA Jarak Jauh dari Pasar Senen yaitu KA Bengawan (Pasar Senen - Purwosari pp), KA Tegal Ekspress (Pasar Senen - Tegal pp), dan KA Serayu (Pasar Senen - Purwokerto pp). Seluruh pelanggan diharuskan melengkapi syarat sebelum dapat berangkat dan diharuskan mematuhi seluruh protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pt kai sejarah stasiun
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top