Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Konsumsi Sepi, Tiga Pabrik Anyar Semen Berdiri

Berdasarkan penelusuran Bisnis, ada dua pabrikan yang akan mulai beroperasi pada tahun ini di Jember dan Grobogan yakni PT Semen Imasco Asiatic Raya dan PT Semen Grobokan.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 21 Juli 2020  |  17:12 WIB
Pekerja melakukan bongkar muat semen kedalam kapal di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Jumat (14/2/2020). Pemerintah akan melakukan sosialisasi secara rinci kepada masyarakat Indonesia terkait Omnimbus Law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja yang bertujuan untuk menciptakan lapangan pekerjaan sehingga mampu menunjang perekonomian tanah air. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A - ama
Pekerja melakukan bongkar muat semen kedalam kapal di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Jumat (14/2/2020). Pemerintah akan melakukan sosialisasi secara rinci kepada masyarakat Indonesia terkait Omnimbus Law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja yang bertujuan untuk menciptakan lapangan pekerjaan sehingga mampu menunjang perekonomian tanah air. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A - ama

Bisnis.com, JAKARTA – Volume produksi industri semen hingga akhir 2020 berpotensi tumbuh negatif dari realisasi akhir 2019. Di sisi lain, tiga pabrikan baru tetap akan beroperasi pada semester II/2020.

Ketiga pabrikan semen anyar tersebut akan beroperasi di sekitar Jawa Tengah dan Jawa Timur yakni di Jember, Grobokan, dan Bayat.

Berdasarkan penelusuran Bisnis, ada dua pabrikan yang akan mulai beroperasi pada tahun ini di Jember dan Grobogan yakni PT Semen Imasco Asiatic Raya dan PT Semen Grobokan.

"[Rencana penambahan tiga pabrik baru] tetap berjalan, perkembangan terbaru sudah persiapan commisioning," ujar Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Widodo Santoso kepada Bisnis, Selasa (21/7/2020).

PT Semen Imasco Asiatic Raya tercatat telah menelan investasi senilai Rp5 triliun dan akan memiliki kapasitas terpasang sebesar 1,5 juta ton per tahun.

Perusahaan patungan antara Hongshi Holding Group dan PT Semen IMASCO Asiatic Indonesia akan memanfaatkan 100 juta ton batu kapur sebagai bahan baku. 

Sementara itu, PT Semen Grobogan menelan investasi hingga US$300 juta dengan kapasitas terpasang 5 juta ton. Dengan kata lain, pabrikan semen di Bayat akan memiliki kapasitas terpasang sekitar 1,5 juta ton.

Berdasarkan target produksi semen ASI, utilitas pabrikan semen pada 2021 akan berada di sekitar posisi 66,25 persen atau lebih rendah 248 bps dari posisi saat ini.

Widodo menyatakan ketiga pabrikan tersebut akan beroperasi penuh pada 2021 dan berpotensi menyeret utilitas industri semen nasional secara drastis.

Adapun, Widodo berujar pihaknya telah merevisi target pertumbuhan produksi pada akhir tahun ini menjadi 0 persen atau sama dengan realisasi akhir 2019 yakni 76,2 juta ton.

Berdasarkan data ASI, pertumbuhan volume produksi semen pada semester I/2020 telah terkontraksi 3,3 persen atau lebih rendah sekitar 1,2 juta ton dari realisasi semester I/2019.

"Kami berharap [pandemi] Covid-19 bisa cepat berlalu sehingga pembangunan infrastrutur dan perumahan bisa pulih kembali. Semoga sampai akhir tahun total penjualan semen minimal bisa sama dengan tahun lalu," ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

semen industri
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top