Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bos BI: 4 Langkah Ini Perlu Dilakukan agar Indonesia Tak Alami Resesi

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan wajar jika pada kuartal II/2020 ekonomi Indonesia akan terkontraksi karena pada saat itu aktivitas ekonomi juga rendah akibat penerapan pembatasan sosial berskala besar.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 16 Juli 2020  |  16:52 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Rabu (29/4 - 2020). Dok. Bank Indonesia
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Rabu (29/4 - 2020). Dok. Bank Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia memperkirakan ekonomi Indonesia akan terkontraksi pada kuartal kedua tahun ini, dengan dampak terdalam pada Aril dan Mei 2020, karena pada periode tersebut pemerintah fokus pada pencegahan meluasnya wabah Covid-19.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan wajar jika pada kuartal II/2020 ekonomi Indonesia akan terkontraksi karena pada saat itu aktivitas ekonomi juga rendah akibat penerapan pembatasan sosial berskala besar.

Meski demikian, menurutnya sejumlah indikator ekonomi mulai menunjukkan perbaikan pada Juni 2020.

"Sejumlah indikator dini menunjukkan pada Juni mengalami perbaikan, seperti penjualan ritel, PMI, ekspektasi konsumen dan berbagai indikator lain," katanya dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (16/7/2020).

Perry memaparkan, ada empat langkah yang harus dilakukan oleh BI, pemerintah, otoritas terkait, dan dunia usaha, agar Indonesia terhindar dari resesi ekonomi.

Pertama, Perry mengatakan sesuai dengan instruksi Presiden, yaitu mulai membuka sektor ekonomi yang produktif dan aman. "Kepatuhan terhadap protokol Covid-19 menjadi penting, agar sektor produktif tetap mendorong pertumbuhan ekonomid dan tetap aman," kata Perry.

Kedua, menurut Perry, langkah percepatan realisasi anggaran harus menjadi fokus pemerintah. Realisasi APBN yang lebih cepat bisa mendorong pemulihan ekonomi.

"Realisasi anggaran diperlukan untuk meningkatkan permintaan, mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan. Di sinilah kenapa sinergi ekspansi motener BI dan stimulus fiskal pemerintah diperkuat," jelas Perry.

Ketiga, yaitu mempercepat program restrukturisasi kredit dunia usaha oleh perbankan. Kemajuan program restrukturisasi, ditambah dengan penyaluran kredit modal kerja oleh bank, dinilai akan mempercepat pemulihan ekonomi.

Keempat, yaitu melalui percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan. Kata Perry, hal ini juga yang menjadi alasan BI melakukan percepatan melalui digitalisasi program sistem pembayaran, penyaluran bantuan sosial, hingga elektronifikasi pemerintah daerah.

"Saya kira empat langkah bersama ini akan memperbaiki ekonomi ke depan," tegas Perry.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia Pertumbuhan Ekonomi resesi perry warjiyo
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top