Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sinyal Industri Baja Membaik pada Kuartal III/2020 Kian Kuat

Indonesia Iron and Steel Industry Association (IISIA) meyakini bahwa perbaikan PMI sektor besi dan baja akan terjadi pada kuartal III/2020.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 14 Juli 2020  |  14:04 WIB
Prompt Manufacturing Index (PMI) menunjukkan sektor besi dan baja berada di level 27,81 pada kuartal II/2020 - Bisnis.com
Prompt Manufacturing Index (PMI) menunjukkan sektor besi dan baja berada di level 27,81 pada kuartal II/2020 - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks manufaktur yang dirilis Bank Indonesia (BI), Prompt Manufacturing Index (PMI), menunjukkan sektor besi dan baja berada di level 27,81 pada kuartal II/2020.

Sejalan dengan indeks tersebut, Indonesia Iron and Steel Industry Association (IISIA) meyakini bahwa perbaikan PMI sektor besi dan baja akan terjadi pada kuartal III/2020.

Wakil Ketua Umum IISIA Ismail Mandry mengatakan bahwa anjloknya kondisi industri baja nasional pada kuartal II/2020 disebabkan oleh penetapan protokol pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Pasalnya, protokol tersebut menghentikan kegiatan konstruksi hampir di seluruh daerah.

"Pada kuartal III/2020 ini mulai ada masa transisi. Jadi, tentu kami semua bergairah untuk bangun kembali setelah [pelonggaran] PSBB diberlakukan," ujarnya kepada Bisnis, Senin (13/7/2020).

Ismail menyarankan agar pemerintah memberikan kelonggaran regulasi bagi industri baja untuk mempermudah perbaikan utiltias pabrikan. Menurutnya, pemerintah telah berkomitmen untuk melonggarkan beberapa regulasi di industri baja, namun realisasi komitmen tersebut urung terjadi.

Adapun, komitmen yang dimaksud adalah pelonggaran impor sekrap baja, pengeluaran slag industri baja dari daftar limbah berbahaya dan beracun (B3), dan peningkatan tingkat komponen dalam negeri. Seperti diketahui, Presiden Jokowi telah mengarahkan kabinetnya untuk melonggarkan impor sekrap baja dan pengeluaran slag baja dari daftar limbah B3 pada kuartal I/2020.

Selain itu, Ismail berharap agar pihak swasta maupun pemerintah kembali menggerakna proyek-proyek konstruksinya pada paruh kedua 2020. Menurutnya, pengerjaan proyek kontruksi akan meningkatkan permintaan pada industri baja.

Namun demikian, Ismail meramalkan pertumbuhan produksi baja pada akhir 2020 akan negatif jika dibandingkan dengan realisasi akhir 2019. Pasalnya, lanjutnya, pemberlakuan PSBB pada kuartal II/2020 membuat seluruh permintaan baja pada kuartal tersebut hilang.

Ismail menilai sangat sulit bagi pabrikan baja nasional untuk mengejar produksi pada satu kuartal penuh. Namun demikian, lanjutnya, penurunan pertumbuhan produksi baja pada akhir tahun ini tidak akan mencapai 10 persen.

Ismail meramalkan utilitas mayoritas baru dapat menyentuh level 50 persen pada kuartal IV/2020 jika proyek-proyek konstruksi kembali berjalan. Adapun, saat ini utilitas industri baja berada di kisaran 30 persen atau turun dari posisi awal tahun di kisaran 70 persen.

Di sisi lain, Ismail menyatakan penurunan tarif gas pada awal semester II/2020 dapat membantu pemulihan industri baja nasional. Namun demikian, lanjutnya, utilitas industri baja belum dapat kembali ke posisi prapandemi hingga akhir 2020.

Menurutnya, konsumsi gas oleh industri baja tidak akan meningkat pada tahun ini walaupun tarif gas sudah diturunkan. Pasalnya, lanjutnya, permintaan baja nasional merosot seiring tertundanya proyek konstruksi pemerintah maupun swasta pada awal pandemi Covid-19.

"Kalau [penurunan tarif gas] dilakukan saat kondisi normal, roda industri baja akan bergerak lebih cepat. Tapi, ini baru dilaksanakan 4 tahun kemudian [setelah penerbitan Perpres No/40/2016] dan diterapkan saat pandemi," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia industri baja indeks manufaktur
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top