Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pelabuhan Belawan Kembali Buka, Jumlah Penumpang Meningkat

Pelindo I mengklaim mengalami lonjakan penumpang di Pelabuhan Belawan pascavakum cukup lama sejak lebaran Idulfitri, dengan penerapan prosedur protokol kesehatan ketat.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 13 Juli 2020  |  22:51 WIB
Penumpang KM Kelud dari Pulau Jawa dan Batam turun dari kapal saat tiba di Terminal Dermaga Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatra Utara, Senin (13/7). - Antara/Septianda Perdana
Penumpang KM Kelud dari Pulau Jawa dan Batam turun dari kapal saat tiba di Terminal Dermaga Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatra Utara, Senin (13/7). - Antara/Septianda Perdana

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I mengalami lonjakan penumpang di Terminal Penumpang Bandar Deli, Pelabuhan Belawan pascavakum cukup lama sejak lebaran Idulfitri.

Pelindo I melayani 670 penumpang Kapal Kelud yang turun di Terminal Penumpang Bandar Deli Pelabuhan Belawan, pada Senin(13/7/2020). Pelayanan ini merupakan yang kedua kalinya setelah Lebaran.

“Ini yang kedua setelah Lebaran, sebelumnya perdana hanya 50 orang. Jadi ini benar-benar banyak jumlahnya setelah lama vakum. Kapal Pelni baru masuk karena baru beroperasi lagi,” kata VP Public Relations Pelindo I Fiona Sari Utami dalam siaran pers, Senin (13/7/2020).

Dia menerangkan pelayanan kepada penumpang dilakukan dengan penerapan dan pengawasan prosedur protokol kesehatan yang ketat oleh Pelindo I dan instansi terkait lainnya di Pelabuhan Belawan.

Selanjutnya, Kapal Kelud ini akan berangkat kembali ke Pelabuhan Batam dan Tanjung Priok dengan penumpang sebanyak 291 penumpang pada Selasa (14/7/2020).

Dia menjelaskan Pelindo I selaku operator pelabuhan yang juga mengelola terminal penumpang telah menyiapkan skema pelayanan penumpang di seluruh terminal di wilayah kerjanya, termasuk Terminal Penumpang Bandar Deli Belawan.

“Skema ini diterapkan untuk memastikan seluruh kegiatan di terminal penumpang selama masa adaptasi kebiasaan baru sudah sesuai dengan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19,” katanya.

Penerapan protokol kesehatan di area Terminal Penumpang Bandar Deli di awali sejak kapal akan bersandar di pelabuhan. Perseroan bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk melakukan pemeriksaan kesehatan ke seluruh awak kapal dan kapal dapat dilayani setelah berstatus bebas karantina.

Selanjutnya, pelayanan penumpang diwajibkan untuk mendeteksi suhu tubuh penumpang menggunakan thermal scanner dan thermal gun. Selain itu para penumpang wajib menggunakan masker, menerapkan pembatasan fisik. Perseroan juga menempatkan petugas operasional untuk melakukan pengawasan.

“Di areal terminal penumpang Bandar Deli juga sudah dilengkapi fasilitas kesehatan seperti hand sanitizer, fasilitas cuci tangan, dan penyemprotan barang-barang bawaan penumpang dengan desinfektan,” katanya.

Untuk alur pelayanan penumpang naik, seluruh calon penumpang harus melewati pemeriksaan oleh KKP terlebih dahulu. Hal itu meliputi pengecekan suhu tubuh, validasi surat hasil rapid test, pengecekan e-HAC (electronic health alert card) dan pemeriksaan nadi menggunakan pulse oximeter.

Selanjutnya, calon penumpang memasuki counter check in dan menuju ruang tunggu. Setelah itu penumpang diperbolehkan masuk ke kapal melalui garbarata.

Adapun, untuk pelayanan penumpang turun Fiona menyatakan petugas akan mengatur jarak antar penumpang agar turun secara bertahap, wajib cuci tangan saat turun dari garbatara, melewati pengukuran suhu tubuh, validasi healthy card oleh petugas KKP, lalu melewati penyemprotan barang bawaan dengan desinfektan.

Dia menegaskan perseroan juga selalu memastikan keamanan dan kesehatan seluruh petugas, terutama yang berada di barisan depan dalam pelayanan operasional.

Para petugasi dibekali Alat Pelindung Diri (APD), masker, dan sarung tangan untuk menjalankan tugasnya. Hal ini menurutnya bertujuan untuk memberikan pelayanan prima demi kepentingan masyarakat.

Fiona mengatakan penerapan protokol ini tidak hanya dilakukan pada pelayanan kapal penumpang. Hal itu juga akan dilakukan pada pelayanan kapal domestik dan internasional.

“Penerapan protokol kesehatan di tengah pandemi ini merupakan upaya Pelindo I untuk tetap bisa menjalankan pelayanannya kepada masyarakat, dan juga upaya dalam mencegah penyebaran Covid-19,” ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelabuhan pt pelindo i
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top