Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kinerja Industri Pengolahan Anjlok di Kuartal II/2020

Bank Indonesia mencatatkan kinerja sektor industri pengolahan terkontraksi lebih dalam pada kuartal kedua tahun ini. Pada kuartal III/2020, kinerja seluruh subsektor industri pengolahan diperkirakan akan meningkat, meski masih terbatas dan tetap berada pada fase kontraksi.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 13 Juli 2020  |  12:20 WIB
Pekerja mengemas produk minuman kopi serbuk di pabrik produk hilir PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX, Banaran, Jambu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (31 - 7). /ANTARA/Aditya Pradana Putra
Pekerja mengemas produk minuman kopi serbuk di pabrik produk hilir PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX, Banaran, Jambu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (31 - 7). /ANTARA/Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia mencatatkan kinerja sektor industri pengolahan terkontraksi lebih dalam pada kuartal kedua tahun ini.

Penurunan tersebut tercermin dari prompt manufacturing index (PMI) Bank ndonesia sebesar 28,55%, turun dari 45,64% pada kuartal I/2020. Sementara PMI-BI pada kuartal II/2019 tercatat sebesar 52,66%.

Kontraksi PMI pada kuartal II/2020 terjadi pada seluruh komponen pembentuk PMI Bank Indonesia. Kontraksi paling dalam terjadi pada komponen volume produksi sejalan dengan menurunnya permintaan akibat pandemi Covid-19.

Volume produksi tercatat mengalami kontraksi yang cukup dalam dengan indeks sebesar 25,36%. Ini merupakan indeks yang terendah dalam tiga tahun terakhir.

Pada kuartal III/2020, volume produksi diperkirakan akan membaik meski masih dalam fase kontraksi sebesar 47,98%, seiring dengan perbaikan pada volume pesanan barang input di triwulan III-2020

Sementara secara sektoral, seluruh subsektor mencatatkan kontraksi pada kuartal II/2020 dengan kontraksi terdalam pada subsektor tekstil, barang kulit, dan alas kaki.

Subsektor tekstil, barang kulit & alas kaki tercatat berada pada level 19,10%, diikuti sub sektor barang kayu & hasil hutan lainnya pada level 19,75 dan kertas dan barang cetakan dengan level 24,11%.

Pada kuartal III/2020, kinerja seluruh subsektor industri pengolahan diperkirakan akan meningkat meski masih terbatas dan tetap berada pada fase kontraksi.

Beberapa sub sektor dengan perkiraan indeks PMI-BI tertinggi pada periode tersebut adalah pupuk, kimia dan barang dari karet (49,65%), serta makanan, minuman, dan tembakau (48,42%).

Membaiknya kinerja subsektor makanan, minuman dan tembakau diperkirakan karena pelonggaran pembatasan di sejumlah daerah dan masuknya era normal baru sehingga mendorong permintaan masyarakat.

Sementara di sisi lain subsektor barang kayu dan hasil hutan lainnya diperkirakan masih mengalami kontraksi terdalam.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia pabrik industri pengolahan indeks manufaktur New Normal
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top