Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Apersi : Data Backlog Perumahan Tak Seragam

Kesenjangan antara pasokan dan kebutuhan (backlog) rumah di Indonesia ini sulit diprediksi karena penyampaian data yang berbeda oleh pemangku kepentingan.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 08 Juli 2020  |  02:07 WIB
Pekerja beraktivitas di proyek perumahan bersubsidi, di Bogor, Jawa Barat, Senin (4/9). - JIBI/Nurul Hidayat
Pekerja beraktivitas di proyek perumahan bersubsidi, di Bogor, Jawa Barat, Senin (4/9). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia mengeluhkan sulitnya mendapatkan data riil kebutuhan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah. 

Ketua umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (DPP Apersi) Junaidi Abdillah mengatakan bahwa kesenjangan antara pasokan dan kebutuhan (backlog) rumah di Indonesia ini sulit diprediksi karena penyampaian data yang berbeda oleh pemangku kepentingan.

"Data dari Kementerian PUPR sangat berbeda, data sensus kependudukan dan lembaga lainnya juga sangat berbeda sehingga tidak tahu data pastinya," ujarnya dalam rapat dengar pendapat umum dengan Komisi V DPR, Selasa (7/7/2020)

Adanya perbedaan data ini membuat Apersi sulit menyampaikan target pasti dan berapa rumah yang mendapatkan kredit.

Dia mengungkapkan realisasi yang tercapai itu sedikit tidak benarnya karena rumah yang notabene hasil bedah rumah atau perbaikan itu dihitung sebagai rumah bersubsidi baru.

"Penambahan realisasi kesannya cepet banget. Jadi, dihitung lagi ini tidak cocok dengan backlog," kata Junaidi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apersi backlog perumahan
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top