Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Era Normal Baru, Pariwisata Daerah Siap Dibuka

Sejumlah destinasi pariwisata di daerah mulai dibuka secara bertahap dengan implementasi protokol kesehatan dan kebersihan yang ketat.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 07 Juli 2020  |  09:34 WIB
Pekerja menggunakan alat pelindung diri saat melayani wisatawan di Hotel Puri Santrian, Sanur, Denpasar, Bali, Kamis (2/7/2020). Pemerintah Provinsi Bali berencana mewajibkan sertifikasi protokol kesehatan COVID-19 pada tatanan normal baru bagi usaha pariwisata dan objek wisata di Pulau Dewata yang akan mulai diverifikasi 3 Juli 2020. - Antara/Nyoman Hendra Wibowo\n
Pekerja menggunakan alat pelindung diri saat melayani wisatawan di Hotel Puri Santrian, Sanur, Denpasar, Bali, Kamis (2/7/2020). Pemerintah Provinsi Bali berencana mewajibkan sertifikasi protokol kesehatan COVID-19 pada tatanan normal baru bagi usaha pariwisata dan objek wisata di Pulau Dewata yang akan mulai diverifikasi 3 Juli 2020. - Antara/Nyoman Hendra Wibowo\\n

Bisnis.com, JAKARTA — Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan Bupati Banyuwangi Azwar Anas memaparkan strategi pemulihan sektor pariwisata di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Dalam acara yang digelar oleh Traveloka LIVEstyle, Senin (6/7/2020), kedua kepala daerah ini meyakini bahwa sektor pariwisata di daerah akan kembali pulih dengan implementasi standar kebersihan dan kesehatan yang ketat. 

“Dengan semakin banyaknya daerah di wilayah Jawa Barat yang meraih predikat Zona Biru, kami sudah diperbolehkan untuk membuka semua tempat, kecuali sekolah. Pariwisata sendiri menjadi salah satu sektor yang potensial untuk mendorong pemulihan ekonomi sebab sekitar 80% dari 50 juta wisatawan yang tiap tahun datang ke Jawa Barat berasal dari wisatawan lokal, sehingga saya sangat optimis pemulihan Jawa Barat akan lebih cepat,” tuturnya lewat rilis resmi, Selasa, (7/7/2020)

Saat sesi bincang santai, Ridwan Kamil juga menyebutkan beberapa strategi yang telah disiapkan oleh pemerintah Jawa Barat untuk mulai menggairahkan sektor pariwisata termasuk menjaga higienitas di seluruh tempat mulai dari pasar hingga pusat perbelanjaan, mempromosikan Jawa Barat sebagai lokasi liburan dalam negeri.

Dia menyebutkan bahwa penerapan platform digital seperti Traveloka untuk mengurangi kontak fisik, dan melakukan random sampling bagi wisatawan menjadi salah satu solusi yang diterapkan.

“Untuk menerapkan gaya hidup bersih, sehat, dan aman di Jawa Barat di masa AKB, kami mempromosikan gerakan 3M [Menggunakan Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak] kepada para wisatawan saat mengunjungi lokasi wisata,” tambahnya.

Pria yang akrab disapa kang Emil ini juga merekomendasikan beberapa tempat untuk dikunjungi di Jawa Barat antara lain Jembatan Gantung Situ Gunung di Kabupaten Sukabumi dan sungai sejauh 2 km yang terletak di Green Valley Cikumang, Kabupaten Pangandaran.

Melalui agenda yang sama, Bupati Banyuwangi Azwar Anas membahas mengenai langkah-langkah yang tengah dipersiapkan oleh Banyuwangi. 

“Untuk bertahan setelah pandemi Covid-19, saya selalu menekankan kedisiplinan pada para pelaku pariwisata. Saat ini, kita tidak hanya menjual layanan dengan harga murah, tetapi juga kebersihan, kesehatan dan keamanan. Waktu buka destinasi dan restoran juga kita atur, tidak boleh buka tujuh hari penuh, harus diberikan waktu libur untuk menjaga kebersihan dan kesehatan,” paparnya.

Dia mengklaim bahwa Pemerintah Banyuwangi juga mempelopori sertifikasi protokol kesehatan bagi para pelaku industri pariwisata, seperti hotel, restoran, hingga tour guide, yang menandakan pihak tersebut telah mengadopsi prosedur kebersihan, kesehatan, dan keamanan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. 

Menurutnya, setelah mendapatkan sertifikasi pun, pelaku usaha akan terus diawasi dan sertifikasi dapat dicabut jika terjadi pelanggaran.

“Banyuwangi menawarkan ragam pilihan wisata sesuai dengan selera masyarakat. Konsep staycation [one stop tourism] dan outdoor tourism ditawarkan Banyuwangi sebagai alternatif berwisata selama pandemi,” tambahnya.

Banyak destinasi pilihan yang dapat dikunjungi, mulai dari api biru Kawah Ijen, G-land yang masuk dalam jajaran pantai dengan ombak tertinggi di dunia, Pantai Solong hingga melihat penyu bertelur di Sukamade.

Tak hanya pilihan lokasi wisata yang lengkap, biaya hidup di Banyuwangi juga terkenal ramah di kantong, sehingga kuliner di daerah ini terkenal murah dan enak, seperti nasi tempong, rujak soto, ayam kesrut, pecel pitik, dan banyak lainnya.

“Banyuwangi akan membuka diri untuk wisatawan di Juli nanti, dan ini adalah peran Traveloka [dan startup OTT lain] untuk menjadi penghubung bagi para wisatawan untuk menikmati pariwisata Banyuwangi,” terangnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata Normal Baru
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top