Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pelni: Kinerja Angkutan Barang Naik 300 Persen

Pelni mencatatkan adanya kenaikan pada volume muatan kapal barang pada semester I/2020 hampir 300 persen menjadi 2.869 TEUs.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 03 Juli 2020  |  10:42 WIB
Ilustrasi aktivitas bisnis angkutan barang Pelni. - Dok. Pelni
Ilustrasi aktivitas bisnis angkutan barang Pelni. - Dok. Pelni

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni mencatatkan adanya kenaikan pada volume muatan kontainer yang diangkut dengan kapal barang sepanjang semester I/2020 hingga hampir 300 persen dibandingkan dengan periode yang sama dari tahun sebelumnya.

Kepala Kesekretariatan Perusahaan Pelni Yahya Kuncoro mengatakan pada semester I/2020, kapal barang telah mengangkut muatan kontainer sebesar 2.869 TEUs.

"Dibandingkan dengan semester I/2019, kinerja pada kapal barang naik nyaris 300 persen. Naik dari 941 TEUs pada semester I/2019 menjadi 2.869 TEUs di semester I/2020," kata Yahya dalam siaran pers, Jumat (3/7/2020).

Dia menuturkan sesuai dengan penugasan yang diberikan oleh Kementerian Perhubungan, PELNI mendapatkan delapan trayek penugasan dalam penyelenggaraan angkutan barang pada 2020. Dari delapan trayek tersebut, terdapat tiga trayek yang padat muatan, yakni trayek T-10 yang dioperasikan oleh KM Logistik Nusantara 6 (Tg. Perak - Tidore - Galela - Buli - Maba - Weda - Tg. Perak), trayek T-15 yang dioperasikan oleh KM Logistik Nusantara 3 (Tg. Perak - Makassar - Jailolo - Morotai (Daruba) - Tg. Perak), serta trayek H-1 yang dioperasikan oleh KM Logistik Nusantara 1 (Tg. Perak - Makassar - Tahuna - Tg. Perak).

Pihaknya menjelaskan ketiga trayek tersebut membawa total muatan sebesar 1.819 TEUs, atau berkontribusi sebesar 63,40 persen dari total muatan. Adapun, lima trayek lainnya masih memiliki potensi untuk menambah muatan, seperti trayek T-5 ( Bitung - Tahuna - Tagulandang/ulu siau - Lirung/Melangoane - Miangas - Marore - Tahuna - Bitung), T-13 (Tg. Perak - Rote - Sabu (Biu) - Tg. Perak), T-14 (Tg. Perak - Lembata (Lewoleba) - Tabilota/Larantuka - Tg. Perak), T-3 (Tg. Priok - Jemaja/Letung - Tarempa - Midai - Selatlampa - Serasan - Tg. Priok), serta trayek T-18 ( Tg. Perak - Badas - Bima - Merauke (Kelapa Lima) - Bima - Tg. Perak).

Selain itu, lanjutnya, 26 kapal penumpang milik PELNI juga memiliki ruang yang mampu untuk membawa muatan (2 in 1). Selain itu terdapat dua kapal dapat membawa penumpang, barang sekaligus kendaraan atau 3 in 1.

Yahya menuturkan pengangkutan kendaraan pada semester I/2020 mengalami peningkatan dibandingkan dengan semester I/2019, walaupun pada tiga bulan terakhir terjadi penurunan volume muatan. Pada semester ini terjadi peningkatan sebesar 4 persen dibandingkan dengan semester I/2019, yakni dari 3.536 unit menjadi 3.681 unit.

Hal yang sama juga terjadi pada muatan Redpack. Layanan end to end logistik Pelni ini mengalami peningkatan 110 persen dibandingkan semester I/2019, yakni dari 74.569 kg/m3 menjadi 156.884 kg/m3 pada semester I/2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik pelni
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top