Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Program Restrukturisasi Mesin, Kemenperin Anggarkan Rp6,5 Miliar

Kemenperin membuka pendaftaran program restrukturisasi mesin dan peralatan dengan alokasi dana hingga Rp6,5 miliar untuk mendorong pemulihan sektor industri kecil menengah (IKM).
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 03 Juli 2020  |  18:03 WIB
Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih (kanan) saat berkunjung ke pabrik PT Megah Plastik di Tangerang, Selasa (7/5/2019). - Dok. Istimewa
Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih (kanan) saat berkunjung ke pabrik PT Megah Plastik di Tangerang, Selasa (7/5/2019). - Dok. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membuka pendaftaran program restrukturisasi mesin dan peralatan dengan anggaran hingga Rp6,5 miliar untuk mendorong pemulihan sektor industri kecil menengah (IKM) di dalam negeri akibat terdampak pandemi Covid-19.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih menjelaskan, pada masa new normal ini, pihaknya aktif melakukan berbagai bentuk perhatian yang nyata untuk menjaga eksistensi dan kesinambungan usaha para pelaku IKM nasional.

“Bagi sektor IKM yang terimbas Covid-19, kami melakukan program pengembangan wirausaha IKM terutama untuk pekerja korban pemutusan hubungan kerja [PHK]. Selain itu, program pengembangan produk IKM,” kata Gati dalam siaran pers, Jumat (3/7/2020).

Dia menambahkan program restrukturisasi mesin dan peralatan menjadi salah satu pilihan yang tepat untuk menggairahkan kembali bisnis mereka sekaligus meningkatkan daya saingnya. Program restrukturisasi ini merupakan potongan harga pembelian mesin dan peralatan kepada pelaku IKM yang membeli mesin baru.

Pihaknya menjelaskan besaran potongan yang diberikan sebesar 30 persen untuk mesin buatan dalam negeri dan 25 persen untuk mesin impor dengan nilai potongan paling sedikit Rp5 juta dan paling besar Rp300 juta per perusahaan.

Gati menuturkan selama ini program restrukturisasi yang telah digulirkan Kemenperin mampu jadi pendorong sektor IKM untuk melakukan peremajaan mesin sekaligus meningkatkan kapasitas produksinya. Selain itu, mereka merasa terbantu khususnya dalam segi pembiayaan.

“Melalui program ini, diharapkan akan terjadi peningkatan teknologi produksi dan produktivitas pelaku IKM,” tuturnya.

Mengenai prosesnya, pelaku IKM bisa langsung mengajukan proposal restrukturisasi mesin dan/atau peralatan kepada Ditjen IKMA Kemenperin. Pelaku IKM bisa membeli dahulu mesin untuk kemudian di-reimbursement.

Selama periode 2015—2019, Ditjen IKMA Kemenperin telah menyalurkan bantuan restrukturisasi mesin dan/atau peralatan dengan total nilai penggantian sebesar Rp46 miliar kepada 427 pelaku IKM. Pada tahun ini, Kemenperin akan memberikan alokasi anggaran sebesar Rp6,5 miliar dengan pengajuan permohonan program restrukturisasi dibuka sampai 11 Oktober 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ikm kemenperin
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top