Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pembangunan Bendungan Cipanas Ditargetkan Selesai 2022

Progres pekerjaan fisik Bendungan Cipanas saat ini mencapai 59,72 persen dengan target penyelesaian yang dipercepat yaitu pada akhir 2022.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 01 Juli 2020  |  14:47 WIB
Ilustrasi: Suasana pembangunan Bendungan Leuwikeris di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (29/6/2020). - ANTARA FOTO/Adeng Bustomi
Ilustrasi: Suasana pembangunan Bendungan Leuwikeris di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (29/6/2020). - ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono meminta agar pembangunan Bendungan Cipanas di Kabupaten Sumedang selesai lebih cepat.

Progres pekerjaan fisik Bendungan Cipanas saat ini mencapai 59,72 persen dengan target penyelesaian yang dipercepat yaitu pada akhir 2022.

"Berdasarkan laporan jadwal pelaksanaan, bendungan direncanakan selesai tahun 2023. Namun, hari ini saya minta agar pelaksanaan pekerjaan bisa dipercepat dan diselesaikan lebih cepat yakni pada tahun 2022," kata Basuki melalui siaran pers, Rabu (1/7/2020).

Bendungan ini termasuk salah satu proyek strategis nasional (PSN) untuk mendukung ketahanan air dan pangan nasional. Bendungan Cipanas mulai dikerjakan sejak 2017 dengan masa pelaksanaan hingga 2021.

Dengan memiliki daya tampung sebesar 250 juta meter kubik, Bendungan Cipanas akan mampu mengairi jaringan irigasi seluas 7.432 hektare untuk lahan pertanian di Kabupaten Sumedang dan sebagian Kabupaten Indramayu.

Suplai air irigasi dari Bendungan Cipanas diharapkan dapat membantu petani meningkatkan intensitas tanamnya jika dibandingkan dengan metode tadah hujan yang hanya satu kali dalam setahun.

Bendungan ini merupakan tipe urugan batu inti tegak yang dilengkapi dengan terowongan pengelak sepanjang 400 meter. Sumber air berasal dari Sungai Cipanas yang merupakan bagian dari Satuan Wilayah Sungai Cimanuk—Cisanggarung dengan luas lahan dibutuhkan seluas 1.703 hektare.

Bendungan ini juga memiliki fungsi lain untuk memenuhi kebutuhan air baku dengan kapasitas sebesar 850 liter per detik dan berpotensi menjadi sumber pembangkit listrik tenaga minihidro sebesar 3 megawatt.

Bendungan dengan total luas genangan 1.315 hektar ini juga akan dimanfaatkan sebagai tampungan air pengendali banjir untuk wilayah Indramayu dan sekitarnya karena mampu mengurangi debit banjir sebesar 250 meter kubik per detik serta memiliki potensi untuk wisata.

Biaya pembangunan bendungan sebesar Rp1,3 triliun bersumber dari APBN yang dilaksanakan dengan dua paket konstruksi. Paket pertama dikerjakan (kerja sama operasi) oleh PT Wijaya Karya Tbk. dan  PT Jaya Konstruksi, sedangkan paket 2 dikerjakan PT Brantas Abipraya (Persero).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumber daya air bendungan
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top