Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Asumsi ICP Lebih Tinggi, Industri Hulu Migas Diharapkan Bergairah

Indonesian Petroleum Association menilai ICP pada 2021 bergerak pada kisaran US$40 per barel.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 30 Juni 2020  |  19:25 WIB
Pengeboran minyak lepas pantai. Bloomberg
Pengeboran minyak lepas pantai. Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA — Asumsi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price yang lebih tinggi tahun depan diharapkan menjadi pendorong kinerja industri hulu migas.

Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno mengatakan bahwa dengan ditetapkannya asumsi yang lebih tinggi dibandingkan dengan tahun ini, hal itu akan berdampak baik untuk keberlangsungan industri hulu migas.

“Diharapkan tentu saja industri hulu migas bergairah ya, seiring dengan cost yang tentu saja memang harus diefisienkan," ujarnya, Selasa (30/6/2020).

Untuk 2021, kata Julius, target produksi akan sesuai dengan program kerja yang akan disepakati bersama dengan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).

Selan itu, terdapat sejumlah proyek yang diproyeksilan bakal onstream pada tahun depan yang akan mendongkrak kinerja produksi.

"Target lifting 2021 kami maksimalkan, kalau cost tentu saja kami minimalkan," jelasnya.

Di lain pihak, Direktur Eksekutif Indonesian Petroleum Association (IPA) Marjolin Wajong menilai harga minyak masih akan berfluktiasi.

Dia memproyeksikan ICP pada 2021 bergerak pada kisaran US$40 per barel.

“Jadi, bukan hal yang baru dan aneh. Secara umum perusahaan migas selalu akan mencari peluang untuk bisa lebih effisien sehingga paling tidak bisa beroperasi produksi secara terus menerus,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak icp
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top