Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekonom Indef: 51,4 Persen Penerimaan Pajak Pemerintah Habis Buat Bayar Utang

Menurut Indef, Pajak yang dikumpulkan dari masyarakat seharusnya bisa digunakan untuk membiayai begitu banyak program.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 29 Juni 2020  |  16:33 WIB
Karyawan beraktivitas di DJP, Jakarta. Bisnis - Triawanda Tirta Aditya
Karyawan beraktivitas di DJP, Jakarta. Bisnis - Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA - Ekonom senior Indef Drajad Wibowo mengatakan sekitar 51,4 persen dari penerimaan pajak Indonesia pada 2019 digunakan untuk membayar pokok dan utang, baik dalam maupun luar negeri.

"Saya ulang sekali lagi, separuh lebih dari penerimaan pajak negara itu habis hanya untuk membayar pokok dan bunga utang. Padahal, tahun lalu pemerintah bikin program tax amnesty," katanya dalam diskusi webinar yang digelar Bravos Radio, Senin (29/6/2020).

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi peringatan keras bagi pemerintah. Pajak yang dikumpulkan dari masyarakat, lanjutnya, seharusnya bisa digunakan untuk membiayai begitu banyak program.

Sayangnya, program-program tersebut tidak bisa dilaksanakan karena beban utang dan bunga pemerintah saat ini sangat besar. Karena itu, dia meminta pemerintah agar segera membenahi sumber-sumber pembiayaan yang lebih kreatif dibandingkan utang luar negeri.

"Pembiayaan bisa diterapkan dengan climate change swap atau program lain. Semua pemerintah pakai metode yang sama dari beberapa tahun lalu, gali lubang tutup lubang," imbuhnya.

Data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menunjukkan bahwa sampai kuartal I/2020 total utang pemerintah telah mencapai Rp5.192,55 triliun atau tembus 32,12 persen dari PDB atau tertinggi selama lima tahun terakhir.

Sementara itu, kemampuan bayar bunga utang pemerintah diperkirakan terus menurun karena kinerja pendapatan negara, khususnya penerimaan pajak jeblok. Sampai kuartal 1/2020 kemarin penerimaan pajak terkontraksi -2,47 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indef penerimaan pajak utang pemerintah
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top