Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perundingan IEU-CEPA Tetap Lanjut saat Pandemi Covid-19

Kemendag) tetap melanjutkan perundingan IEU-CEPA di tengah pandemi Covid-19 dengan melakukan pertemuan intersesi secara daring yang telah berjalan dalam 10 hari terakhir.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 26 Juni 2020  |  22:08 WIB
Uni Eropa - wikipedia
Uni Eropa - wikipedia

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) tetap melanjutkan perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia dan Uni Eropa (Indonesia European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement/IEU-CEPA) di tengah pandemi Covid-19.

Ketua Tim Runding Indonesia Iman Pambagyo mengatakan putaran perundingan ke-10 seyogyanya dilakukan pada Maret 2020, tetapi tertunda akibat pembatasan sosial yang dilaksanakan kedua pihak. Pada 15-26 Juni 2020, kedua delegasi akhirnya sepakat bertemu melalui daring, melaksanakan intersesi.

“Delegasi Indonesia menyambut baik pertemuan intersesi secara daring yang telah berjalan dalam 10 hari terakhir. Ini membuktikan walaupun dipenuhi keterbatasan karena pandemi Covid-19, delegasi Indonesia dan Uni Eropa tetap berkomitmen tinggi untuk membuat kemajuan atas berbagai isu runding dalam perundingan IEU-CEPA,” kata Iman dalam siaran pers, Jumat (26/6/2020).

Dia menambahkan terdapat 16 working groups (WGs) yang bertemu dalam intersesi ini, antara lain perdagangan barang, ketentuan asal barang, bea cukai dan fasilitasi perdagangan, perdagangan jasa, dan investasi. Selain itu terdapat hak kekayaan intelektual, energi dan bahan baku, kompetisi, pengadaan pemerintah, perdagangan dan pembangunan berkelanjutan, penyelesaian sengketa, serta ketentuan institusional perjanjian.

Pihaknya menjelaskan perundingan IEU-CEPA merupakan perundingan bilateral terbesar yang dimiliki Pemerintah Indonesia saat ini dan ditargetkan untuk dapat diselesaikan secepatnya, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Terutama, memitigasi dampak Covid-19, mempercepat proses reformasi nasional, dan menempatkan Indonesia pada posisi yang lebih baik dalam rantai nilai global (global value chain).

Persetujuan IEU-CEPA, lanjutnya, diproyeksikan akan meningkatkan daya saing dan mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain di kawasan yang telah terlebih dahulu memiliki persetujuan dagang dengan EU.

IEU-CEPA diawali dengan pembentukan Vision Group pada 2009 dan telah diselesaikan pada 2011. Kedua pihak melakukan perundingan berdasarkan Scoping Paper yang telah di-endorsed oleh Presiden RI dan Presiden Komisi Eropa.

Perundingan diluncurkan pada Juli 2016 melalui pengumuman bersama (joint announcement) di Jakarta dan Brussels. Rencananya, perundingan putaran ke-10 akan dilaksanakan pada Oktober 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemendag cepa
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top