Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mantan Menkeu: Masalah Restrukturisasi Kredit UMKM Bakal Muncul Awal 2021  

Chatib Basri menuturkan fasilitas restrukturisasi kredit UMKM yang diberikan pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hanya berlaku selama enam bulan. Padahal, tantangan terbesar saat ini adalah mendongkrak daya beli. 
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 25 Juni 2020  |  19:28 WIB
Mantan Menkeu Chatib Basri - Bisnis
Mantan Menkeu Chatib Basri - Bisnis
Bisnis.com, JAKARTA - Mantan Menteri Keuangan RI Chatib Basri mengingatkan masalah yang sebenarnya dari kebijakan restrukturisasi kredit UMKM justru akan muncul pada awal 2021. 
Pernyataan tersebut menanggapi hasil survei terkait kondisi ekonomi di saat pandemi virus Corona (Covid-19) yang digelar oleh Saiful Mujani Research Center (SMRC). Sebanyak 46 persen warga optimistis kondisi ekonomi rumah tangga akan lebih baik pandemi berakhir dan 34 persen responden yang menilai kondisi ekonomi nasional membaik pada tahun depan. 
"Sayangnya, real problem baru muncul pada kuartal I/2020. UMKM sekarang dapat fasilitas untuk restrukturisasi kredit. Nah, enam bulan balik gak [bisnis]? Jika belum bisa bayar kredit, masalah yang lebih besar akan muncul," katanya dalam diskusi webinar, Kamis (25/6/2020). 
Dia menuturkan fasilitas restrukturisasi kredit UMKM yang diberikan pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hanya berlaku selama enam bulan. Padahal, tantangan terbesar seluruh pemangku kepentingan saat ini adalah mendongkrak konsumsi atau daya beli masyarakat. 
Jika daya beli tidak juga terkerek, lanjutnya, pelaku usaha akan kesulitan untuk mengajukan atau membayar kredit kepada perbankan. Pasalnya, pendapatan pelaku usaha tidak mengalami kenaikan secara signifikan. 
Situasi tersebut tak pelak membuat permintaan kredit perbankan terus mengalami penurunan sejak awal tahun hingga saat ini. 
Kredit perbankan per Mei 2020 tumbuh melambat dibandingkan bulan sebelumnya. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Mei 2020, kredit perbankan tumbuh sebesar 3,04 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). 
"Pelaku usaha juga bakal tanya, buat apa saya minta kredit sekarang? Ada gak yang mau beli barang saya? Makanya harus boost permintaan, dunia usaha gak bisa ekspansi. Jangan pakai kebijakan moneter, harus fiskal," tutur ekonom lulusan Universitas Indonesia itu.   

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm chatib basri restrukturisasi utang
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top