Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Survei SMRC Soal Dampak Corona: 71 Persen Warga Mengaku Kondisi Ekonomi Lebih Buruk

Direktur Komunikasi SMRC Ade Armando mengatakan mayoritas warga mengatakan kondisi perekonomian saat ini lebih buruk dibandingkan sebelum terjadinya pandemi virus Corona.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 25 Juni 2020  |  17:08 WIB
Survei SMRC Soal Dampak Corona: 71 Persen Warga Mengaku Kondisi Ekonomi Lebih Buruk
Ade Armando - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menggelar survei nasional untuk mengukur kondisi perekonomian dan respon kebijakan pemerintah pada periode pandemi virus Corona (Covid-19).

Direktur Komunikasi SMRC Ade Armando mengatakan mayoritas warga mengatakan kondisi perekonomian saat ini lebih buruk dibandingkan sebelum terjadinya pandemi virus Corona.

"71 persen responden mengaku ekonomi rumah tangga sekarang lebih buruk dibanding sebelum wabah Covid-19 terjadi," katanya dalam diskusi webinar, Kamis (25/6/2020).

Dia mengatakan jawaban responden terkait pernyataan tersebut mengalami perubahan dalam beberapa waktu. Pasalnya, penilaian kondisi ekonomi rumah tangga paling negatif justru tercatat pada periode 20-22 Mei, dimana 83 persen responden mengatakan kondisi ekonomi mereka lebih buruk. Namun, jumlah tersebut berangsur turun sehingga menjadi 71 persen pada periode terbaru, yaitu 18-20 Juni 2020.

Selanjutnya, SMRC mencatat bahwa 76 persen responden mengaku pendapatan mereka merosot setelah wabah Covid-19 menyerang Indonesia. Dari total populasi, hanya 19 persen responden yang mengatakan mendapat penghasilan dalam jumlah tetap dan 5 persen justru menjawab pendapatan mengalami kenaikan.

Ade menambahkan sekitar 85 persen responden memberi penilaian situasi ekonomi nasional era Covid-19 sangat buruk dibandingkan tahun lalu. Menurutnya, sentimen negatif atas kondisi ekonomi Indonesia pada saat ini tertinggi sejak awal Reformasi.

"Sentimen negatif terhadap perekonomian nasional mencapai 92 persen atau paling tinggi pada survei 12-16 Mei 2020," imbuhnya.

SMRC memilih sampel sebanyak 1978 responden yang dipilih secara acak dari sampel survei tatap muka yang telah dilakukan sebelumnya. Survei terkait kondisi ekonomi pada periode pandemi Covid-19 dilakukan melalui sambungan telepon sejak 11 Maret hingga 20 Juni 2020. Margin of error survei tersebut diperkirakan +/- 2,2 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi masyarakat Virus Corona
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top