Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengembang Kawasan Industri Berharap Tuah New Normal

New normal dan pelonggaran pembatasan sosial membawa harapan baru bagi pengembang kawasan industri untuk memasarkan lahannya.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 21 Juni 2020  |  16:40 WIB
Kawasan Industri Surya Cipta, Kawarang. Kawasan ini dikelola PT Surya Semesta Internusa Tbk. - suryainternusa.com
Kawasan Industri Surya Cipta, Kawarang. Kawasan ini dikelola PT Surya Semesta Internusa Tbk. - suryainternusa.com

Bisnis.com, JAKARTA - Pengembang kawasan industri berharap adanya transaksi penjualan lahan industri dalam beberapa waktu ke depan di tengah wacana penerapan kenormalan baru atau new normal.

Head of Investor Relation PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA) Erlin Budiman menyatakan bahwa pihaknya berharap bahwa investor mulai merealisasikan investasi setelah sebelumnya terdampak virus corona atau Covid-19.

Harapan itu muncul setelah PT Surya Semesta Internusa Tbk mencatat adanya transaksi penjualan lahan industri jelang kenormalan baru. Penjualan lahan industri ini diharapkan membawa ekspektasi yang lebih besar untuk bisnis properti dalam beberapa waktu depan.

Unit bisnis properti SSIA yang sebagian besar dari penjualan lahan industri sebelumnya ikut terdampak Covid-19. Hal itu, turut memengaruhi penundaan keputusan investor untuk berinvestasi karena adanya pembatasan sosial berskala besar, pembatasan penerbangan dan lockdown di sejumlah negara.

"Namun, ekspetasi [kami terhadap sektor properti] masih sesuai perencanaan awal, walau sudah ada land sales seluas 2,9 hektare senilai Rp56 miliar dari sebuah perusahaan China pada bulan Mei kemarin," katanya pada Bisnis, Minggu (21/6/2020).

Adanya pelonggaran pembatasan sosial di sejumlah kota-kota besar di Indonesia secara bertahap pada Juni hingga beberapa waktu ke depan juga diharapkan turut membawa pengaruh terhadap bisnis properti sehingga segera mendapatkan komitmen dari penjualan lahan industri.

"Kami harapkan penjualan [lahan industri] baru akan terjadi di kuartal ketiga," ujarnya.

Lagi pula, pada kuartal I/2020 bisnis kawasan industri yang merupakan bisnis utama SSIA tercatat membukukan pendapatan sebesar Rp70,8 miliar dari total pendapatan senilai Rp882 miliar.

Pendapatan di lini bisnis penjualan lahan itu meningkat sebesar 30,4 persen dari periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini terutama dari pembukuan penjualan lahan 0,7 hektare sebesar Rp13,4 miliar.

"Perusahaan berharap dapat mencapai marketing sales 8 hektare hingga 10 hektare pada periode tahun ini."

Sementara itu, PT Intiland Development Tbk. (DILD) tidak mencatat adanya penjualan lahan kawasan industri sepanjang kuartal pertama pada tahun ini. Adapun portofolio kawasan industri milik Intiland berada di Ngoro Industrial Park, Surabaya, seluas kurang lebih 500 hektare.

"Sepanjang kuartal pertama masih belum ada yang deal," ujar Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi PT Intiland Development Archied Noto Pradono.

Padahal, pada periode yang sama tahun lalu Intiland mencatat penjualan lahan kawasan industri mencapai Rp62,4 miliar. Meski begitu, DILD percaya bahwa peluang masih ada pada beberapa waktu ke depan sejalan dengan strategi yang terus digenjot perseroan.

Konsultan properti Cushman & Wakefield Indonesia mencatat bahwa permintaan lahan di kawasan industri selama kuartal I/2020 mencapai 54,3 hektare. Penyerapan rata-rata terjadi di koridor timur dan barat Jakarta. Bekasi tercatat 33,5 hektare dan Serang 20,8 hektare.

Permintaan ini tercatat turun 51,9 persen secara kuartal dan 45,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Hal ini mengisyaratkan bahwa wabah Covid-19 juga berdampak pada penjualan lahan industri.

Cushman & Wakefield mencatat sebagian besar investor terutama asing, yang awalnya telah merencanakan ekspansi cenderung menunda transaksi karena adanya pembatasan akibat virus corona di negaranya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kawasan industri New Normal
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top