Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kompetisi Ketat, Pengelola Kawasan Industri Brebes Siap Bersaing dengan Vietnam

PT Kawasan Industri Wijaya Kusuma (KIW), sebagai pengelola Kawasan Industri Brebes (KIB), siap berkompetisi untuk menarik investasi ke Indonesia.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 24 Mei 2020  |  12:25 WIB
Kawasan Industri Wijayakusuma di Semarang, Jawa Tengah - Bisnis.com/Pamuji Tri Nastiti
Kawasan Industri Wijayakusuma di Semarang, Jawa Tengah - Bisnis.com/Pamuji Tri Nastiti

Bisnis.com, JAKARTA - PT Kawasan Industri Wijaya Kusuma (KIW), sebagai pengelola Kawasan Industri Brebes (KIB), siap berkompetisi untuk menarik investasi ke Indonesia.

Direktur Operasional KIW, Ahmad Fauzie Nur mengatakan KIW mendapat tugas dari negara melalui Kementerian BUMN, sebagai perusahaan BUMN kawasan industri yang ditunjuk sebagai pembangun dan pengengelola Kawasan Industri Brebes.

"Saya ingat betul, Ratas Presiden Jokowi di Istana Bogor pada bulan Juli 2019. Salah satu hasil Ratas tersebut adalah pengembangan kawasan industri di Brebes. Setelah mendapat penugasan pada akhir Desember 2019, mulai Januari 2020 KIW langsung melakukan koordinasi dengan kementrian dan lembaga terkait," ujar Fauzie, dalam keterangan resminya, Minggu (24/5/2020).

Fauzir menyatakan pihaknya tak ingin kekecewaan Presiden Jokowi terulang. Tahun 2019 lalu misalnya, Indonesia tak kebagian sepersen pun relokasi modal dan industri manufaktur dari China. Kalah dari Viernam.

Hal itu menurut Fauzie merupakan imbas dari kemudahan perizinan dan investasi di negara tersebut. Belajar dari pengalaman itu, pemangkasan perizinan perlu dilakukan untuk menarik investasi ke Indonesia.

Mengutip laporan Bank Dunia, sebanyak 33 perusahaan memutuskan keluar dari China pada tahun 2019. Dari jumlah itu, 23 di antaranya memilih berinvestasi di Vietnam. Sisanya, pilihan jatuh ke Malaysia, Kamboja, dan Thailand.

Pada 2017, sebanyak 73 perusahaan Jepang berelokasi ke kawasan Asia Tenggara. Sebanyak 43 di antaranya memilih Vietnam, 11 perusahaan ke Thailand, dan Filipina. Sementara Indonesia hanya kebagian investasi sebanyak 10 perusahaan Jepang.

KIW semakin cukup yakin bisa berkompetisi dalam menarik investasi & relokasi industri. Apalagi ada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2019 Tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan Kendal-Semarang-Salatiga-Demak-Grobogan, Kawasan Purworejo-Wonosobo-Magelang-Temanggung dan Kawasan Brebes-Tegal-Pemalang. “Kawasan Industri Brebes masuk kategori Proyek Strategis Nasional (PSN)”, tambah Fauzie.

Adapun saat ini KIW tengah berupaya mempersiapkan diri menyambut kebangkitan ekonomi pascapandemic Covid-19, sehingga diharapkan kawasan industri Brebes bisa menjadi pilihan investor untuk berinvestasi di Indonesia yang ditopang oleh akses transportasi serta mantapnya regulasi perijinan di Jawa tengah.

Posisi yang strategis, wilayah Brebes berada di lintas pantura dengan tersedianya transportasi Kereta Api, dilewati jalan toll trans Jawa dan dekat dengan pelabuhan Cirebon dan Tegal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kawasan industri brebes
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top