Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IPC Beberkan Dampak Negatif Digitalisasi Pelabuhan

Pelindo II atau IPC mengakui penerapan digitalisasi pelabuhan bisa berdampak negatif terhadap salah satu bidang dalam sektor logistik, tetapi di sisi lain bisa menciptakan peran baru.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 17 Juni 2020  |  13:35 WIB
Aktivitas bongkar muat di pelabuhan boom baru Pelindo II Palembang, Sumatra Selatan, Jumat (4/1/2019). - ANTARA/Nova Wahyudi
Aktivitas bongkar muat di pelabuhan boom baru Pelindo II Palembang, Sumatra Selatan, Jumat (4/1/2019). - ANTARA/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC mengakui penerapan digitalisasi pelabuhan bisa berdampak negatif terhadap salah satu bidang dalam sektor logistik, tetapi di sisi lain bisa menciptakan peran baru.

Direktur Utama IPC Arif Suhartono menjelaskan digitalisasi akan berbuah pahit bagi yang selama ini menjalankan aktivitas sebagai perantara, intermediate, runner dan sebagainya.

"Pasalnya, digitalisasi perlahan akan menghilangkan perannya dan membuat cargo owner benar-benar dapat langsung mengurus barangnya sendiri," kata Arif dalam webinar, Rabu (17/6/2020).

Kendati demikian, lanjutnya, dampak negatif tersebut masih ada solusinya, karena digitalisasi dapat menghilangkan peran manusia tetapi menimbulkan kebutuhan akan peran lainnya. Pemegang peran perantara yang terdampak dapat bergeser pada kesempatan lain yang dibentuk akibat digitalisasi ini.

Dia mencontohkan layanan e-payment, yang saat ini sudah diberlakukan oleh IPC. Pengguna pembayaran daring ini masih sedikit, paparnya, karena para pemangku kepentingan masih terbiasa dengan aktivitas ke loket.

"Semua stakeholder harus bisa bergeser digital, IPC tidak bisa menjadi digital bisnis kalau tidak semua pemangku kepentingan mendukung. Artinya, perusahaan digital yang dituju oleh IPC tidak dapat menimbulkan digital bisnis jika pemangku kepentingan tidak pula berubah menjadi digital stakeholders," paparnya.

Dia menekankan kuncinya saat ini perlu komitmen dan kolaborasi semua pihak harus sama-sama berubah bekerja sama mencapai digital bisnis yang diidamkan, tak hanya memberikan efisiensi tetapi juga transparansi yang berujung pada peningkatan daya saing.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelabuhan pelindo ii
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top