Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Proyek Pemindahan Ibu Kota, Sri Mulyani: Tunggu Nota Keuangan

Jika IKN bisa membantu pemulihan ekonomi, Sri Mulyani menilai proyek tersebut bisa dimasukan kedalam rencana APBN 2021.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 17 Juni 2020  |  08:46 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani bersiap mengikuti rapat terbatas (ratas) tentang peningkatan peringkat pariwisata Indonesia di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (17/2/2020). - ANTARA / Hafidz Mubarak A
Menteri Keuangan Sri Mulyani bersiap mengikuti rapat terbatas (ratas) tentang peningkatan peringkat pariwisata Indonesia di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (17/2/2020). - ANTARA / Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akhirnya kembali menyinggung proyek pemindahaan ibu kota negara (IKN).

Sri Mulyani menuturkan fokus utama pemerintah saat ini adalah penanganan Covid-19 dan dampaknya terhadap ekonomi.

"Soal IKN, kita nanti lihat di Nota Keuangan 2021 yang sekarang sedang dibuat, fokus Presiden dan pemerintah sekarang mengatasi Covid-19," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, Selasa (16/6/2020).

Jika IKN bisa membantu pemulihan ekonomi, Sri Mulyani menilai proyek tersebut bisa dimasukan kedalam rencana APBN 2021. Namun, dia menekankan proyek ini harus sesuai dengan tingkat kemampuan pembiayaan karena prioritas masih ditekankan kepada Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa sebelumnya menegaskan proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur tetap berjalan.

Bappenas saat ini tengah menyiapkan masterplan yang akan selesai dalam waktu dekat. Selain itu, dia mengaku pihaknya juga telah memulai meramu rancangan undang-undang untuk pemindahan ibu kota.

Suharso yakin pemindahan ibu kota negara akan memiliki efek berantai ekonomi. Pasalnya, proyek ini akan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

Dia menegaskan proyek ini tidak akan dibiayai sepenuhnya oleh APBN karena pemerintah akan membuka pintu bagi investor.

"Menurut saya ibu kota negara business opportunity yang besar sekali. Ini bukan didukung sepenuhnya APBN," tegas Suharso.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apbn Pemindahan Ibu Kota
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top