Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kepala Bappenas : Kajian Proyek IKN Berlanjut Karena Potensi Ekonomi Pulih

Dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (6/5/2020), Suharso menyampaikan proyek IKN menjadi isu panas yang menjadi pembicaraan belakangan. Hal utama yang menjadi pembahasan ialah mengenai prospek kelanjutannya.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 06 Mei 2020  |  20:16 WIB
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. Bisnis - Abdullah Azzam
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa mengatakan proyek Ibu Kota Negara (IKN) baru tetap berlanjut karena adanya potensi pemulihan ekonomi.

Dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (6/5/2020), Suharso menyampaikan proyek IKN menjadi isu panas yang menjadi pembicaraan belakangan. Hal utama yang menjadi pembahasan ialah mengenai prospek kelanjutannya.

“Perlu saya tegaskan, dalam kondisi seperti ini [wabah Covid-19] proyek IKN belum ada yang sifatnya fisik. Dan dalam kondisi seperti ini belum ada mulai pengerjaan fisik,” jelasnya.

Suharso mengakui saat ini terjadi kesalahpahaman atau missleading terkait proyek IKN. Padahal, proyek yang berlanjut ialah kajiannya, bukan pengerjaan fisiknya atau pembangunan apapun.

Menurutnya, kajian IKN tetap perlu dilakukan karena pertimbangan saat ekonomi Indonesia sudah pulih, pemerintah sudah siap dengan konsep yang matang.

Selain itu, sambung Suharso, Bappenas juga sudah memotong anggaran untuk penanganan Covid-19. Jumlah anggaran yang dipangkas mencapai Rp664 miliar atau 35 persen dari total anggaran kementerian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bappenas Ibu Kota Dipindah ibu kota negara
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top