Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pastikan Kepercayaan Konsumen, Blue Bird Lakukan Rapid Tes Bagi Pengemudi

BIRD melakukan rapid test bagi seluruh pengemudinya yang sudah non aktif selama lebih dari 2 bulan, sementara bagi pengemudi yang masih aktif, rapid test dilakukan secara acak.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 16 Juni 2020  |  15:49 WIB
Pengemudi mengisi daya taksi listrik Bluebird di sela-sela peluncurannya di Jakarta, Senin (22/4/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Pengemudi mengisi daya taksi listrik Bluebird di sela-sela peluncurannya di Jakarta, Senin (22/4/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Blue Bird Tbk. (BIRD) melaksanakan rapid test mandiri bagi pengemudinya agar dapat meningkatkan kepercayaan diri masyarakat kembali menggunakan layanan taksinya di masa PSBB transisi pandemi virus corona atau Covid-19.

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Noni Purnomo mengatakan penyelenggaraan rapid test mandiri merupakan langkah yang meningkatkan biaya atau costly, tetapi pihaknya tetap melaksanakan itu guna menjaga kepercayaan calon penumpangnya.

"Visi kami lebih jauh daripada bertahan hidup saat ini, saya sampaikan mengenai yang kami lakukan sekarang, bagaimana kami menaikan confidence, trust is important. Blue Bird bukan BUMN jadi harus mandiri, tetapi kenyataannya kami rapid test itu costly, berarti pada saat revenue berkurang tinggi ada penambahan biaya," paparnya dalam Webinar, Selasa (16/6/2020).

BIRD melakukan rapid test bagi seluruh pengemudinya yang sudah non aktif selama lebih dari 2 bulan, sementara bagi pengemudi yang masih aktif, rapid test dilakukan secara acak. Selain itu, pengukuran suhu tubuh dilakukan setiap harinya kepada seluruh pengemudi.

Namun, dia menegaskan walaupun pihaknya sudah berupaya menjaga kesehatan para pengemudinya, hal ini mesti diikuti oleh para pengusaha transportasi lainnya, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap angkutan umum kembali meningkat.

Membangun kepercayaan tersebut jelasnya, perlu kolaborasi pelaksana transportasi karena kalau sebagian dari pelaku mengikuti protokol kesehatan seperti rutin memberikan rapid test bagi pengemudinya.

Di sisi lain, ada perusahaan lain tak melakukan protokol itu dan tersebar di sosial media, maka kepercayaan pengguna angkutan umum akan turun.

Kepercayaan inilah jelasnya yang harus dijaga bersama oleh para pelaku industri transportasi utamanya operator angkutan. Selain itu, Blue Bird pun jelasnya membutuhkan bantuan agar para pelaksana transprotasi tetap konsisten.

Di sisi lain, papar Noni, para pelaku usaha transportasi juga perlu melakukan peningkatan pasar yang ada. Pihaknya, melakukan peningkatan tersebut melalui pengoptimalan aset berupa pengemudi dan kendaraannya.

"Pengemudi dilatih membawa barang-barang ke rumah-rumah atau kantor-kantor secara baik. Dengan demikian, terciptalah [produk] Bird Kirim, ini kembali lagi masuk ke ranah low touch minim sentuhan] ekonomi, masuk hygiene factor, efisien dan produktif layanannya," paparnya.

Dia juga memastikan kepada pelanggannya yang berupa perusahaan agar tetap menggunakan layanananya dengan memberikan sosialisasi mengenai protokol kesehatan yang dijalankan BIRD.

"Keadaan pandemi ini tetap ada dan butuh mobilitas orang dan barang, sehingga bagaimana kami jasa transportasi bisa memberi solusi, setiap orang dan perusahaan bisa transportasi aman, nyaman dan personalize," urainya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Blue Bird rapid test
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top