Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Program Pembedayaan UMKM Akan Dievaluasi

Rendahnya tingkat keterhubungan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dengan ekosistem digital, membuat Kemenkop berencana melakukan evaluasi terhadap program pemberdayaan UMKM.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 12 Juni 2020  |  19:53 WIB
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki memberikan penjelasan kepada awak media sesuai ngorol bareng bersama para pelaku koperasi dan UKM tentang Omnibus Law di Jakarta, Senin (9/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki memberikan penjelasan kepada awak media sesuai ngorol bareng bersama para pelaku koperasi dan UKM tentang Omnibus Law di Jakarta, Senin (9/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah akan mengevaluasi program pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), lantaran banyak yang tidak terhubung dengan ekosistem digital dan pembiayaan.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, pelatihan-pelatihan di Kementerian Koperasi dan UKM serta di daerah harus direformasi. Pasalnya banyak pelatihan mandiri yang tidak terhubung dengan ekosistem digital, sehingga UMKM kesulitan untuk berbisnis secara daring.

"Dari pengalaman pandemi Covid-19 ini banyak yang akan kita evaluasi program-program pemberdayaan UMKM dan Koperasi ke depannya," ujar Teten seperti dikutip dari Antara, (12/6/2020)

Selain itu, lanjutnya, dalam rangka mengembangkan usahanya UMKM juga mengalami kesulitan untuk terkoneksi dengan ekosistem pembiayaan serta berbagai ekosistem lainnya.

Dia mengaku berencana bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk dengan marketplace untuk menyiapkan program ‘UMKM go online’.

"Memang ini rupanya tidak mudah, catatan saya di Kementerian dan juga rekan-rekan e-commerce, keberhasilan UMKM di online itu cukup rendah yakni 4 - 10 persen," kata Teten.

Menurutnya, terdapat sejumlah faktor yang membuat keberhasilan UMKM di pasar daring cukup rendah. Salah satunya kemasan dan standar produk bagus namun kapasitas produksinya masih kecil.

Dengan demikian ketika masuk ke pasar daring, para pelaku usaha kesulitan untuk memenuhi permintaan yang megalami kenaikan. Alhasil, pelaku UMKM tersebut tidak siap untuk memenuhi permintaan konsumen.

"Edukasi, kurasi dan inkubasi agar UMKM masuk ke online harus dilakukan serta pemerintah tidak bisa melakukannya sendiri sehingga harus bekerjasama dengan semua pihak," kata Teten.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm teten masduki ecommerce

Sumber : Antara

Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top