Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kemenkeu: Jabar Paling Responsif Soal DAK Kesehatan Covid-19

Dari data Kemenkeu, Jawa Barat berhasil merealisasikan anggaran sebesar RP75,50 miliar, disusul Aceh sebesar Rp58,70 miliar, kemudian Bengkulu Rp48,40 miliar.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 11 Juni 2020  |  10:02 WIB
 Angka reproduksi efektif (Rt) Covid-19 di Jawa Barat - Instagram@ridwankamil
Angka reproduksi efektif (Rt) Covid-19 di Jawa Barat - Instagram@ridwankamil

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI menilai Provinsi Jawa Barat termasuk salah daerah yang sangat responsif dalam merealisasikan dana alokasi khusus (DAK) fisik Bidang Kesehatan untuk Penanganan Covid-19. 

Berdasarkan data dari Kemenkeu RI, Jawa Barat menduduki peringkat pertama daftar 10 daerah provinsi yang menerima dan merealisasikan 100 persen DAK fisik bidang kesehatan tertinggi dari pemerintah.

Jawa Barat merealisasikan anggaran sebesar RP75,50 miliar, disusul Aceh sebesar Rp58,70 miliar, kemudian Bengkulu Rp48,40 miliar. Adapun di posisi ke 9 dan 10 ada Jawa Tengah sebesar Rp31,20 miliar dan Jawa Timur Rp30,30 miliar. 

Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI Astera Primanto mengatakan meski tidak berkorelasi dengan kinerja penanganan Covid-19, realisasi dan kemampuan Jawa Barat menyesuaikan realokasi DAK untuk bidang kesehatan patut diapresiasi.

“Ini lebih [menunjukan] pada kecepatan respon daerah terkait realokasi DAK khususnya bidang kesehatan,” ujar Prima, Kamis (11/6/20200.

Menurutnya pihak provinsi dan 27 kabupaten/kota di Jawa Barat memperlihatkan kecepatan respon Pemerintah Pusat mengeluarkan kebijakan terkait DAK kesehatan sebagai alternatif anggaran dalam penggunaan Covid-19.

Dia menilai peran kepala daerah baik Gubernur maupun Bupati Wali Kota di Jabar dalam melakukan pendataan kebutuhan serta proses yang cepat dalam realokasi anggaran.

“Menjadi sangat penting dalam merespon kebijakan Pemerintah Pusat dan tingginya penyerapan merupakan salah satu bentuk respon [daerah] yang sangat positif,” ujarnya.

Kemenku sendiri mengucurkan DAK fisik bidang kesehatan untuk digunakan daerah melakukan pengadaan alat dan barang yang dibutuhkan dalam penanganan Covid-19 seperti ventilator, pembangunan ruang isolasi, intubasi set hingga pompa infus.

Kemenkeu mencatat, berdasasarkan data per 14 Mei 2020 lalu, penyaluran DAK fisik bidang kesehatan untuk menangani Covid-19 telah mencapai Rp 768,95 miliar atau 99,97 persen dari anggaran yang ditetapkan. Jawa Barat merupakan provinsi yang mendapatkan anggaran paling besar. Besaran anggaran yang diterima Jawa Barat juga sesuai dengan kinerja baik dalam penanganan Covid-19.

"Provinsi Jawa Barat adalah Provinsi yang menerima DAK fisik bidang kesehatan terbesar. Besarnya dana ini diimbangi dengan kinerja Pemprov Jabar yang dinilai baik dalam menangani Covid-19," tulis Kemenkeu dalam akun instagram @KemenkeuRI.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dak fisik jawa barat
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top