Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Optimistis Capai Target, PTBA Tak Revisi Rencana Kerja

PTBA memiliki target produksi batu bara sebesar 30,3 juta ton sepanjang tahun ini atau naik 4 persen dari realisasi tahun lalu yang sebesar 29,1 juta ton.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 10 Juni 2020  |  19:11 WIB
Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) Arviyan Arifin memberikan keterangan saat paparan kinerja di Jakarta, Rabu (4/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) Arviyan Arifin memberikan keterangan saat paparan kinerja di Jakarta, Rabu (4/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) optimistis mencapai target penjualan dan produksi batu bara 2020, sehingga tak melakukan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (RKAB).

Direktur Utama PT Bukit Asam Arviyan Arifin meyakini pandemi virus corona akan segera berakhir pada Juli mendatang. Hal itu dikarenakan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah mulai dilonggarkan dan banyak negara telah menerapkan era new normal.

Menurutnya, dengan asumsi tersebut, produksi dan penjualan perusahaan bisa meningkat pada semester kedua tahun ini sehingga bisa menutupi gap akibat turunnya produksi dan penjualan dua bulan terakhir karena Covid-19.

"Produksi kami tidak akan revisi karena kami ada keyakinan kondisi pandemi Juli ini bisa berakhir. Sebagaimana kita liat PSBB dilonggarkan, banyak negara new normal dan saya berharap di semester dua ini kami bisa lakukan kegiatan produksi dan penjualan untuk merecover gap dua bulan terakhir di tengah pandemi," ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (10/6/2020).

Dia menuturkan untuk dapat mencapai target penjualan dan produksi batu bara tahun ini, perusahaan akan mempertahankan pasar eksisting. Selain itu juga akan mencari pasar baru ke negara-negara yang belum pernah dijajaki, seperti Kamboja, Laos, atau Vietnam.

"Ini dilakukan karena penjualan ke pasar eksisting terganggu sejak adanya pandemi virus itu," katanya.

Pihaknya tak menampik pandemi Covid-19 mempengaruhi kinerja perusahaan. Namun, perusahaan memiliki program untuk mengantisipasi kondisi saat ini.

Arviyan tetap optimistis industri batu bara akan tetap bisa tumbuh karena batu bara digunakan sebagai bahan bakar utama energi baik di Indonesia maupun negara lain.

"Bisnis plan ini disiapkan agar kami tetap survive sesuai target, meski pandemi belum berakhir sampai akhir tahun. Untuk jaga operasional tetap normal, kami menerapkan protokol kesehatan," ucapnya.

PTBA memiliki target produksi batu bara sebesar 30,3 juta ton sepanjang tahun ini atau naik 4 persen dari realisasi tahun lalu yang sebesar 29,1 juta ton. Untuk target angkutan pada 2020 sebesar 27,5 juta ton atau meningkat 13 persen dari realisasi angkutan kereta api sebesar 24,2 juta ton di 2019.

Lalu penjualan batu bara ditargetkan sebanyak 29,9 juta ton yang terdiri dari penjualan domestik sebesar 21,6 juta ton dan penjualan ekspor sebesar 8,3 juta ton di tahun ini. Target penjualan tersebut meningkat 8 persen dari realisasi penjualan batu bara tahun lalu sebesar 24,7 juta ton.

Hingga akhir kuartal pertama tahun ini, penjualan batu bara perusahaan mengalami kenaikan 2,1 persen dari 6,6 juta ton menjadi 6,8 juta ton.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara bukit asam
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top