Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

DEN Sebut Kapasitas Kilang Indikator Ketahanan Energi Nasional

Dewan Energi Nasional (DEN) mendukung penuh langkah PT Pertamina dalam melanjutkan program megaproyek pembangunan kilang sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi.
Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional Djoko Siswanto memaparkan proses penjaringan delapan Anggota DEN 2010 - 2025/ Istimewa - ESDM
Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional Djoko Siswanto memaparkan proses penjaringan delapan Anggota DEN 2010 - 2025/ Istimewa - ESDM

Bisnis.com, JAKARTA – Dewan Energi Nasional menyebut pembangunan kilang merupakan salah satu strategi kebijakan energi jangka panjang yang disiapkan oleh pemerintah.

Dewan Energi Nasional (DEN) mendukung penuh langkah PT Pertamina dalam melanjutkan program megaproyek pembangunan kilang sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi.

Langkah ini ditempuh demi mengurangi serta menghilangkan ketergantungan atas lonjakan impor Bahan Bakar Minyak (BBM).

kata Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto mengatakan kebutuhan BBM nasional dalam Rencana Energi Umum Nasional (RUEN) sampai 2050 sebesar 3,7 juta barel per day (bpd). Saat ini, kita sebagaian besar di suplai dari kilang dalam negeri.

“Namun sebagian masih impor sampai tahun 2024 - 2025," katanya, dalam keterangan tertulis, Rabu (10/6/2020).

Kementerian ESDM telah menetapkan peningkatan kapasitas kilang minyak nasional menjadi lebih dari 2 juta bpd pada tahun 2025 melalui Refinery Development Master Plan (RDMP) dan Grass Roof Refinery (GRR).

Guna memudahkan dalam mengeksekusi program tersebut, Pemerintah telah membekali payung hukum kepada Pertamina.

Selain ditetapkannya Peraturan Presiden Nomor 146 Tahun 2015 tentang Pelaksanaan Pembangunan dan Pengembangan Kilang Minyak di Dalam Negeri, Kementerian ESDM juga menerbitkan 4 Keputusan Menteri ESDM tentang penugasan kepada Pertamina dalam pembangunan kilang di Bontang (Kalimantan Timur), Cilacap (Jawa Tengah), Tuban (Jawa Timur) dan Balikpapan (Kalimantan Timur).

Menurutnya, seandainya Indonesia punya storage yang lebih besar di masa pandemi seperti ini, kita bisa menampung banyak minyak dalam negeri.

"Dengan begitu Pertamina bisa menjalankannya, mencari dananya. Bisa bekerja sama dengan pihak lain, baik dalam maupun luar negeri ataupun dengan pembiayaan sendiri," jelas Djoko.

Mantan Dirjen Migas ini pun menjelaskan, indikator ketahanan energi sangat ditentukan oleh kemampuan produksi kilang BBM dan LPG dalam memenuhi 100 persen kebutuhan domestik. Apalagi, periode penyimpanan BBM dan LPG bisa hingga 30 hari konsumsi.

"Dengan percepatan pembangunan kilang, maka persentase produksi kilang BBM dan LPG untuk domestik akan meningkat. Sehingga nilai indikator penyediaan BBM dan LPG ikut meningkat. Tentu, ini mempengaruhi peningkatan ketahanan energi," tegas Djoko.

Sebagai pelaksana proyek megaproyek pembangunan kilang, keputusan untuk melanjutkan pembangunan kilang di tengah masa pandemi Covid-19 dinilai penting bagi PT. Pertamina. Pertimbangan ini diambil mengingat Pertamina akan mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dalam negeri jika dihadapkan pada kondisi kilang saat ini.

Amir H.Siagian selaku SVP Project Execution Direktorat Megaproyek Pengolahan & Petrokimia PT Pertamina mengakui umur kilang Pertamina sudah tidak muda lagi.

“Terakhir yang kita bangun adalah Kilang Balongan. Karena rata-rata kilang berumur, competitiveness merupakan tantangan tersendiri kepada Pertamina," katanya.

Dari fasilitas pengolahan yang ada, lanjut Amir, kilang Pertamina dirancang hanya untuk mengolah minyak mentah (crude) jenis Sweet atau memiliki kandungan sulfur yang relatif rendah. Sementara sebagian besar crude baik impor maupun domestik akan menjadi Sour.

"Ini yang membuat margin akan terus menurun. Makanya, kilang yang akan kita bangun basisnya minyak berat, contoh di Tuban," jelasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper