Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Outlook Ekspor Masih Suram

Sebaliknya, aktivitas impor diperkirakan bakal lebih meningkat sejalan dengan pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan pulihnya aktivitas manufaktur.
Tegar Arief
Tegar Arief - Bisnis.com 09 Juni 2020  |  09:47 WIB
Pekerja berada di depan peti kemas yang ditumpuk di Pelabuhan Yangshan Deepwater, Shanghai, China, Senin (23/3/2020). Bloomberg - Qilai Shen\n
Pekerja berada di depan peti kemas yang ditumpuk di Pelabuhan Yangshan Deepwater, Shanghai, China, Senin (23/3/2020). Bloomberg - Qilai Shen\\n

Bisnis, JAKARTA – Upaya pemerintah untuk meningkatkan kontribusi ekspor sebagai penopang utama cadangan devisa diprediksi terhambat. Pasalnya, dalam waktu dekat kinerja ekspor diyakini masih belum terkerek.

Sebaliknya, aktivitas impor diperkirakan bakal lebih meningkat sejalan dengan pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan pulihnya aktivitas manufaktur.

“Harapan memang cadev dari ekspor. Tapi, PSBB dilonggarkan akan meningkatkan aktivitas produksi dan manufaktur bergerak. Jadi akan ada kenaikan terutama untuk impor bahan baku,” kata Chief Economist Bank BNI Ryan Kiryanto kepada Bisnis.com, Selasa (9/6).

Di sisi lain, melonjaknya impor merupakan indikasi bahwa perekonomian nasional mulai menunjukkan pemulihan setelah tersendat selama kurang lebih 3 bulan.

Faktor lain yang juga menghambat ekspor adalah mulai berakhirnya 'era lockdown' di beberapa negara yang terjangkiti pandemi Covid-19. “Negara lain juga melakukan hal sama, jadi memang ekspor masih menantang.”

Bank Indonesia mencatat, cadangan devisa pada akhir Mei 2020 tercatat US$130,5 miliar, meningkat dibandingkan dengan posisi April 2020 sebesar US$127,9 miliar.

Posisi cadangan devisa US$130,5 miliar setara dengan pembiayaan 8,3 bulan impor atau 8,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Peningkatan cadangan devisa pada Mei 2020 terutama dipengaruhi oleh penarikan utang luar negeri pemerintah dan penempatan valas perbankan di Bank Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cadangan devisa ekspor
Editor : Tegar Arief
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top