Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Output Industri Jerman Diperkirakan Masih Terkontraksi

Ekonomi Jerman telah melewati palung resesi akibat virus corona dan mulai rebound.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 05 Juni 2020  |  15:29 WIB
Pabrik baterai Northvolt Zwei dirancang berlokasi di Salzgitter, Lower Saxony, Jerman. Northvolt Zwei mengambil desainnya dari cetak biru pembuatan baterai untuk Northvolt Ett. Konstruksi dijadwalkan 2021, dan mulai operasi awal 2024. Output tahunan awal akan 16 GWh. NORTHVOLT
Pabrik baterai Northvolt Zwei dirancang berlokasi di Salzgitter, Lower Saxony, Jerman. Northvolt Zwei mengambil desainnya dari cetak biru pembuatan baterai untuk Northvolt Ett. Konstruksi dijadwalkan 2021, dan mulai operasi awal 2024. Output tahunan awal akan 16 GWh. NORTHVOLT

Bisnis.com, JAKARTA – Ekonomi Jerman telah melewati palung resesi akibat virus corona dan mulai rebound. Namun jalan menuju pemulihan masih jauh karena masih ada sejumlah pembatasan untuk menekan penyebaran virus corona.

Hal tersebut disampaikan oleh bank sentral Jerman, Bundesbank, dalam proyeksi ekonomi dua kali setahun. Dalam proyeksi tersebut, output industri diperkirakan terkontraksi 7,1 persen tahun ini sebelum bangkit kembali dalam dua tahun mendatang.

Rebound tersebut akan didukung oleh stimulus fiskal. Kanselir Angela Merkel sebelumnya meluncurkan stimulus senilai 130 miliar euro (US$148) yang berfokus pada mendorong konsumsi dan investasi infrastruktur  pekan ini. Total stimulus yang telah digelontorkan Jerman hingga saat ini mencapai 1,3 triliun euro, yang terbesar di Uni Eropa.

"Keuangan publik membuat kontribusi signifikan untuk menstabilkan ekonomi. Tambahan stimulus sudah tepat untuk saat ini, dan saya sepakat," kata Presiden Bundesbank Jens Weidmann, seperti dikutip Bloomberg.

Bundesbank memperkirakan bahwa dosis terbaru bantuan fiskal tersebut dapat meningkatkan PDB lebih dari 1 poin persentase tahun ini.

European Central Bank (ECB) juga menggelontorkan tambahan stimulus dalam program pembelian aset senilai 600 miliar euro pada hari Kamis. Terlepas dari upaya tersebut, ECB memperkirakan ekonomi zona euro terkontraksi 8,7 per pada tahun 2020.

Pada bulan April, pabrik-pabrik Jerman mengalami penurunan permintaan ke rekor terendahnya, menandakan pukulan terhadap ekonomi terbesar Eropa yang berkelanjutan akibat penutupan bisnis untuk mengendalikan pandemi.

Produsen barang investasi juga sangat tertekan, dengan pesanan anjlok lebih dari 30 persen.

Lebih dari 600.000 orang telah kehilangan pekerjaan dan sekitar 7 juta lainnya berada di bawah dukungan upah sementara negara. Dengan kehidupan publik perlahan-lahan kembali, harapan peningkatan ekonomi kini berada di semester kedua tahun ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

EKONOMI JERMAN
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top