Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menperin Bilang Industri Garmen Siap Kembali Ekspor

Industri pakaian tetap merupakan salah satu sektor manufaktur yang perlu didorong untuk tetap produktif dan berdaya saing. Tahun lalu, industri pakaian menyumbangkan nilai ekspor sebesar US$8,3 miliar.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 01 Juni 2020  |  09:11 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (tengah) didampingi Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Muhammad Khayam (kiri) serta Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Dody Widodo (keuda kiri) memperhatikan pakaian produksi PT. Daehan Global di Brebes (29/5/2020). Istimewa - Kemenperin
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (tengah) didampingi Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Muhammad Khayam (kiri) serta Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Dody Widodo (keuda kiri) memperhatikan pakaian produksi PT. Daehan Global di Brebes (29/5/2020). Istimewa - Kemenperin

Bisnis.com, JAKARTA – Sejak pandemi virus corona (Covid-19), industri pakaian menjadi salah satu sektor usaha yang mengalami penurunan permintaan.  

Namun demikian, pemerintah optimistis peluang ekspornya masih terbuka, termasuk dengan adanya permintaan tinggi bagi produk garmen yang dibutuhkan dalam penanganan wabah Covid-19 tersebut.

Industri pakaian tetap merupakan salah satu sektor manufaktur yang perlu didorong untuk tetap produktif dan berdaya saing. Tahun lalu, industri pakaian menyumbangkan nilai ekspor sebesar US$8,3 miliar.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan, industri garmen memberikan kontribusi besar dalam upaya penanggulangan Covid-19.

“Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada perusahaan garmen yang turut memproduksi alat pelindung diri [APD] yang menjadi pasokan perlindungan diri yang dibutuhkan tenaga medis,” ungkapnya dalam keterangan resmi yang dikutip Bisnis, Senin (1/6/2020).

Agus menyebut, pasar ekspor khususnya di Amerika Serikat sudah bisa diakses kembali. Dengan begitu, industri pakaian jadi bisa dipacu untuk melakuan produksi yang memberikan nilai tambah di dalam negeri.

“Kami baru saja mendapat laporan tentang dibukanya kembali pasar ekspor, walaupun kuantitasnya belum sepenuhnya pulih,” papar Menperin.

Selain itu, pemerintah mengapresiasi upaya perusahaan industri yang tetap berkomitmen untuk berproduksi dengan mengutamakan penerapan protokol kesehatan.

“Dengan tetap beroperasi,sektor industri bisa memberikan kontribusi terhadap ekonomi nasional, terlebih dalam kondisi yang kurang menguntungkan saat ini,” ujarnya.

Dalam masa pandemi Covid-19, jumlah pegawai yang bekerja dibatasi hingga 50 persen, dari total 6.336 karyawan pabrik dan kantor menjadi 3.498 orang. Pabrik juga melakukan kegiatan produksi hanya dalam satu shift.

APRESIASI KINERJA

Saat melakukan kunjungan kerja ke PT Daehan Global, Jumat (29/5/2020), Menperin meminta perusahaan tersebut terus mempertahankan serta meningkatkan penerapan protokol kesehatan di lingkungan kerjanya.

“Tujuannya, agar kita semua semakin yakin bahwa industri bisa ikut berperan terhadap penanggulangan Covid-19,” jelasnya.

Daehan Global memproduksi APD berupa coverall atau protective suite dengan kapasitas 12 juta pieces per bulan dan surgical mask sebanyak 6 juta pieces per bulan. Agus mengungkapkan, hasil produksi tersebut turut membantu pemerintah dalam suplai kebutuhan perlindungan tenaga medis.

Daehan Global merupakan salah satu perusahaan garmen yang beroperasi di empat lokasi, yaitu Sukabumi, Citeureup, Cibinong, dan Brebes. Dengan total tenaga kerja sekitar 14.000 orang, perusahaan ini memiliki kapasitas produksi hingga 63,3 juta pieces.

Dengan volume ekspor perusahaan mencapai 17,76 juta pieces yang bernilai US$128,7 juta, perusahaan garmen tersebut merupakan salah satu bagian dari rantai pasok produk garmen global. Pabrik Daehan Global Brebes sendiri memproduksi pakaian jadi sebanyak 2,5 juta lusin per tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor menperin kemenperin garmen Virus Corona
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top