Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KABAR PASAR: Bom Waktu Pengangguran, Surplus BI Lampaui Target

Berita mengenai penyerapan tenaga kerja yang berisiko terhambat pada masa pembukaan kembali ekonomi, antara lain, menjadi sorotan edisi harian Bisnis Indonesia, Kamis (28/5/2020).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 28 Mei 2020  |  06:19 WIB
Sejumlah pekerja berjalan usai bekerja dengan latar belakang gedung perkantoran di Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (16/4/2020). Pemprov DKI Jakarta akan memberikan sanksi berupa mencabut perizinan kepada perusahaan yang tetap beroperasi di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kecuali delapan sektor yang memang diizinkan. - ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Sejumlah pekerja berjalan usai bekerja dengan latar belakang gedung perkantoran di Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (16/4/2020). Pemprov DKI Jakarta akan memberikan sanksi berupa mencabut perizinan kepada perusahaan yang tetap beroperasi di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kecuali delapan sektor yang memang diizinkan. - ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai penyerapan tenaga kerja yang berisiko terhambat pada masa pembukaan kembali ekonomi, antara lain, menjadi sorotan edisi harian Bisnis Indonesia, Kamis (28/5/2020).

Berikut ringkasan sejumlah topik utamanya:

Bom Waktu Pengangguran. Penyerapan tenaga kerja berisiko terhambat pada masa reopening ekonomi karena pandemi Covid-19 ‘memaksa’ dunia usaha melakukan berbagai penyesuaian mulai dari pola kerja hingga proses bisnis, dan pada saat yang sama berhadapan dengan perubahan konsumsi masyarakat.

Surplus BI Lampaui Target. Bank sentral berhasil mencatatkan surplus melampaui target yang tertuang dalam Anggaran Tahunan Bank Indonesia (ATBI). Berdasarkan laporan Bank Indonesia (BI), surplus operasional setelah pajak tercatat sebesar Rp33,35 triliun pada tahun lalu, melampaui target ATBI yang sebesar Rp17,25 triliun.

Emas Memudar Bersama Corona. Sinyal sejumlah negara untuk pelan-pelan membuka karantina wilayah atau lockdown membuat kilau harga emas global memudar dalam beberapa hari perdagangan terakhir. Pembukaan lockdown bakal memutar lagi roda ekonomi dan menekan permintaan aset aman seperti emas.

Setop Silang Pendapat! Presiden Joko Widodo perlu turun tangan untuk mengatasi perbedaan pendapat antara Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar terkait dengan durasi pembagian bantuan langsung tunai dana desa.

AS Kaji Sanksi Ekonomi bagi China. Amerika Serikat sedang mempertimbangkan serangkaian sanksi ekonomi untuk menghukum China yang berencana menerapkan rancangan undang-undang keamanan nasional baru di Hong Kong.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kabar pasar
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top