Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

OECD Tegaskan Administrasi Pajak Penting dalam Pemulihan Dampak Corona

Laporan ini menekankan bahwa selama periode krisis berlangsung, ada manfaat yang signifikan untuk perencanaan pemulihan bisnis guna membantu mengidentifikasi tantangan dan peluang bagi administrasi pajak dan pembayar pajak.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 27 Mei 2020  |  17:14 WIB
Lambang OECD - JIBI
Lambang OECD - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA - Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) mengeluarkan laporan terbaru terkait proses pemulihan ekonomi yang terdampak cukup dalam oleh pandemi Corona.

Dalam laporan Tax Administration Responses to Covid - 19: Recovery Period Planning yang merupakan hasil kolaborasi OECD's Forum on Tax Administration, Intra-European Organisation of Tax Administrations (IOTA) dan Inter-American Center of Tax Administrations (CIAT), OECD menekankan tentang pentingnya administrasi atau otoritas pajak dalam pemulihan dampak pandemi Corona.

Laporan ini menekankan bahwa selama periode krisis berlangsung, ada manfaat yang signifikan untuk perencanaan pemulihan bisnis guna membantu mengidentifikasi tantangan dan peluang bagi administrasi pajak dan pembayar pajak, terutama untuk mengambil tindakan persiapan awal.

Namun dalam melakukan perencanaan restorasi bisnis, lanjut laporan itu, otoritas pajak perlu mempertimbangkan fitur-fitur yang membedakan antara pandemi Covid-19 dengan krisis lain.

Secara khusus, risiko kesehatan yang berkelanjutan; termasuk dampaknya ke staf dan sistem administrasi perlu penyesuaian yang berkelanjutan. Apalagi ada potensi volatilitas dan periode pemulihan yang panjang karena kedalaman dan skala guncangan ekonomi akibat pandemi tersebut.

Kepala Forum Tax Administration (FTA) Hans Cristian Holte mengungkapkan beberapa negara mungkin perlahan mulai muncul dari fase krisis.

"Namun tantangan besar tetap ada untuk melanjutkan aktivitas normal dalam periode pemulihan yang sulit, tidak pasti dan berkepanjangan," kata Hans Christian Holte, dikutip dari laporan itu, Rabu (27/5/2020).

Hans menambahkan saat ini tidak ada seorangpun yang pernah menghadapi situasi seperti ini sebelumnya. Kerja sama antar otoritas pajak cukup penting dalam mendukung pemulihan.

Sementara itu Pascal Saint-Amans, Direktur Pusat Kebijakan dan Administrasi Pajak OECD menambahkan perencanaan awal untuk periode pemulihan dari pandemi corona cukup penting karena beban yang cukup berat di masa depan.

"Pekerjaan kolaboratif yang dilakukan oleh FTA, CIAT dan IOTA, termasuk penjangkauan ke negara-negara berkembang, sangat penting dalam membantu mengurangi risiko-risiko tersebut serta mengidentifikasi peluang untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi administrasi perpajakan di dunia pasca-krisis," tukasnya.

Adapun selain laporan tersebut, OECD juga menerbitkan laporan tambahan yakni Tax Administration: Privacy, Disclosure and Fraud Risks Related to Covid-19.

Laporan ini menyoroti peningkatan risiko keamanan dan peluang yang lebih besar untuk kesalahan, pelanggaran dan penipuan saat ini, termasuk sebagai akibat dari meningkatnya kerja jarak jauh.

Laporan ini juga memberikan contoh risiko tingkat tinggi ini dan mengidentifikasi beberapa tindakan mitigasi yang mungkin bisa dilakukan oleh otoritas pajak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pajak oecd
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top