Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tangkap Peluang, Ini Sektor Bisnis yang Jatuh dan Melejit di Tengah Pandemi Covid-19

Akibat pandemi virus corona (Covid-19) yang mendera masyarakat Indonesia, banyak pebisnis yang terpuruk, khususnya usaha mikro kecil menengah atau UMKM. Namun, bukan berarti kita harus diam saja. Bagaimana pun, kita harus mampu beradaptasi dan bangkit.
Bambang Supriyanto
Bambang Supriyanto - Bisnis.com 27 Mei 2020  |  19:28 WIB
Pelaku UMKM V-RA Collection, Lailatul Istiqomah menunjukkan baju alat pelindung diri (APD) di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (29/3/2020). Dinas Perdagangan Kota Surabaya mengerahkan sekitar 20 UMKM untuk membuat baju APD berbahan kain gore-tex yang akan didistribusikan oleh Dinas Kesehatan ke seluruh rumah sakit yang menangani COVID-19. ANTARA FOTO - Moch Asim
Pelaku UMKM V-RA Collection, Lailatul Istiqomah menunjukkan baju alat pelindung diri (APD) di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (29/3/2020). Dinas Perdagangan Kota Surabaya mengerahkan sekitar 20 UMKM untuk membuat baju APD berbahan kain gore-tex yang akan didistribusikan oleh Dinas Kesehatan ke seluruh rumah sakit yang menangani COVID-19. ANTARA FOTO - Moch Asim

Bisnis.com, JAKARTA - Akibat pandemi virus corona (Covid-19) yang mendera masyarakat Indonesia, banyak pebisnis yang terpuruk, khususnya usaha mikro kecil menengah atau UMKM.

Namun, bukan berarti kita harus diam saja. Bagaimana pun, kita harus mampu beradaptasi dan bangkit.

Founder OK OCE Sandiaga Uno mengatakan, ada sejumlah sektor yang jatuh di tengah pandemi Covid-19, tetapi di sisi lain juga ada sektor usaha lainnya yang melambung.

“Sektor yang jatuh seperti hotel, penerbangan, resto, entertainment, mal, otomotif, oil and gas, properti. Sektor yang meningkat yaitu grocery atau e-commerce, obat-obatan, logistik, food delivery, teknologi, streaming service, dan sekarang kita berada di stay at home economy,” ungkapnya, Rabu (27/5/2020).

Dalam webinar bertema Strategi Bangkit di Tengah Pandemi Covid-19 bersama OK OCE INA Makmur dan MPM Berbagi, dia menjelaskan ada sektor yang menurun dan meningkat dalam pandemi ini.

Sandi berharap mereka yang berada di sektor menurun dapat beradaptasi dengan new normal. Adaptasi tersebut dapat dilakukan dengan mencoba beralih produk ke sektor yang meningkat.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menambahkan, di tengah pandemi ada kategori-kategori yang meningkat, seperti sarung tangan sekali pakai, alat-alat masak, obat-obatan, vitamin, jamu, frozen food, alat-alat untuk bekerja di rumah, masker, hand sanitizer, disinfektan, dan face shield.

“Strategi itu dapat kita terapkan agar bisnis kita tetap jalan seperti biasanya. Di samping itu kita juga harus tetap menjaga silaturahmi dengan sesama. Di balik silaturahim ada umur panjang dan melimpahnya rezeki. Dengan silaturahim ini pelaku usaha akan survive, serta selamat dengan kebersamaan,” kata Sandi.

Dalam acara ini juga hadir Ketua Umum OK OCE Indonesia, Iim Rusyamsi, serta Ketua OK OCE INA Makmur, Joko Dwitanto. Selain diskusi, juga dilakukan pemberian bantuan kepada pelaku UMKM yang usahanya mati suri hingga setop operasi melalui MPM Berbagi.

“Kami berterima kasih kepada MPM Berbagi karena dapat membantu para pelaku UMKM saat pandemi ini. Kami juga memiliki program untuk saling membeli produk anggota agar usaha terus berjalan,” ujar Joko.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm Virus Corona OK OCE covid-19
Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top