Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BKPM Yakin Invesatasi Manufaktur Bisa Moncer, Ini Alasannya

Dalam periode 2015 hingga kuartal I/2020, total realisasi investasi terbesar pada sektor manufaktur dicapai oleh industri makanan dengan realisasi sebesar Rp293,2 triliun.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 26 Mei 2020  |  19:30 WIB
Pekerja mengoperasikan mesin di komplek pabrik PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), Cilegon, Banten. - Antara / Muhammad Iqbal
Pekerja mengoperasikan mesin di komplek pabrik PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), Cilegon, Banten. - Antara / Muhammad Iqbal

Bisnis.com, JAKARTA – Investasi pada sektor manufaktur diklaim memiliki potensi peningkatan di masa yang akan datang seiring dengan kemajuan teknologi dan internet.

Plt. Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Farah Indriani mengatakan proses produksi akan semakin efisien berkat penggunaan teknologi dan internet sehingga potensi pertumbuhan masih lebar. Terlebih, keunggulan geografis dan pangsa pasar domestik yang menggiurkan membuat daya tawar Indonesia cukup atraktif.

"Tidak bisa dipungkiri jika pasar domestik Indonesia adalah magnet investasi, khususnya industri makanan dan minuman. Hanya industri makanan yang porsi PMDN-nya lebih besar dari PMA. Di sini kita yakin kalau industri ini akan cukup stabil dari guncangan ekonomi dunia," ujar Farah dalam keterangan tertulis, Selasa (26/5/2020).

Meskipun data realisasi investasi BKPM untuk sektor industri makanan pada lima tahun terakhir menunjukkan adanya fluktuasi, secara rata-rata terdapat kenaikan 3 persen per tahun dan tetap berada pada peringkat teratas total realisasi investasi sektor sekunder. 

Pada tahun 2017, industri makanan mencapai puncak tertinggi dengan total investasi mencapai Rp64,8 triliun atau senilai US$4,86 miliar. 

Sementara itu, realisasi investasi industri logam dasar menunjukkan adanya potensi besar yang terlihat dari rata-rata pertumbuhannya mencapai 11% per tahun dalam 5 tahun terakhir.

"Kenaikan investasi di industri logam dasar juga merupakan sinyal bahwa pembangunan industri di tanah air berjalan dengan cepat. Indonesia tetap dipercaya oleh investor baik dalam maupun luar negeri," kata Farah.

Dalam periode 2015 hingga kuartal I/2020, total realisasi investasi terbesar pada sektor manufaktur dicapai oleh industri makanan dengan realisasi sebesar Rp293,2 triliun, industri logam dasar sebesar Rp266,7 triliun, industri kimia dan farmasi sebesar Rp243,9 triliun, industri mineral non logam sebesar Rp109,3 triliun, dan industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lain sebesar Rp 106,4 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top