Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Diminta Tak Ubah APBN Secara Mendadak

Perubahan yang tiba-tiba akan membuat semua kebijakan menjadi tidak fokus dan membingungkan dunia usaha. Kredibilitas fiskal Indonesia pun dipertaruhkan
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 21 Mei 2020  |  18:29 WIB
Ilustrasi APBN - Kemenkeu
Ilustrasi APBN - Kemenkeu

Bisnis.com, JAKARTA - Center for Indonesia Taxation Analysis, CITA, meminta pemerintah tidak lagi melakukan perubahan APBN dengan cepat dan tiba-tiba.

Dalam kondisi tertentu, perubahan APBN yang cepat dan tiba-tiba mengindikasikan analisis yang kurang mendalam.

"Perubahan yang tiba-tiba juga akan membuat semua kebijakan menjadi tidak fokus dan membingungkan dunia usaha. Kredibilitas fiskal kita dipertaruhkan," kata pengamat pajak dari CITA Fajry Akbar dalam keterangan resminya, Kamis (21/5/2020).

Fajry menegaskan pemerintah harus melakukan segala daya untuk memaksimalkan potensi yang ada. Jangan sampai pelonggaran defisit membuat lalai dan situasi ekonomi kita jatuh tak terkendali.

APBN, menurut Fajry, harus tetap dikelola dengan tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan, prudent, dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan demi hajat hidup orang banyak.

"Yang terpenting, hasil pembiayaan tersebut harus berkualitas dan jelas hasilnya. Secara berkala, pemerintah wajib melaporkan penggunaan dana (stimulus) dan sejauh mana manfaatnya dirasakan oleh rakyat," imbuhnya.

Seperti diketahui, postur APBN per 30 April 2020 secara umum masih menunjukan tren yang kurang menggembirakan. Hal itu terlihat dari pendapatan yang tumbuh 3,2 persen (yoy), belanja negara yang turun tipis 1,4 persen (yoy), dan defisit sebesar Rp74,5 T (0,44 persen PDB).

Pemerintah  menyatakan bahwa defisit APBN mengalami perubahan dari 5,27 persen menjadi 6,27 persen. Besarnya defisit APBN untuk memberi ruang pemerintah dalam mencari alternatif pembiayaan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apbn
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top