Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Impor Rendah, Defisit Transaksi Berjalan Kuartal I/2020 Hanya 1,5 Persen

Defisit neraca transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) per kuartal I/2020 tercatat rendah di bawah 1,5% dari produk domestik bruto (PDB).
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 19 Mei 2020  |  15:42 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Selasa (14/4 - 2020). Dok. Bank Indonesia
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Selasa (14/4 - 2020). Dok. Bank Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Defisit neraca transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) per kuartal I/2020 tercatat rendah di bawah 1,5% dari produk domestik bruto (PDB).

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menerangkan hal ini dipengaruhi terutama oleh turunnya impor akibat rendahnya permintaan domestik.

Turunnya impor sepanjang kuartal I/2020 mengimbangi penurunan ekspor pada periode yang sama sehingga CAD pada kuartal I/2020 bisa dijaga rendah.

Dari sisi neraca transaksi modal dan finansial, BI mencatat adanya penurunan dari neraca tersebut akibat capital outflow yang terjadi pada Maret 2020 akibat kepanikan di pasar keuangan waktu itu.

“Meski demikian, aliran modal kembali masuk pada April 2020 karena meredanya ketidakpastian serta tingginya daya saing aset keuangan Indonesia,” kata Perry, Selasa (19/5/2020).

Investasi portofolio sejak April 2020 hingga 14 Mei 2020 mencatat net inflow sebesar US$4,1 miliar setelah pada kuartal I/2020 mencatat net outflow US$5,7 miliar.

Dengan tren tersebut, BI pun memperkirakan defisit transaksi berjalan atau CAD pada 2020 ini akan menurun menjadi di bawah 2% dari PDB.

Proyeksi CAD tersebut lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya yang sebesar 2,5% hingga 3% dari PDB.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor defisit transaksi berjalan capital outflow arus modal
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top