Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dapat Relaksasi, Harga Hunian di China Mulai Terkerek Naik

Harga hunian di China mulai kembali naik pada April setelah bank sentral negara tersebut memberikan relaksasi kredit pada pasar properti.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 19 Mei 2020  |  19:18 WIB
Properti di Guangzhou, China, terlihat dari bawah Jembatan Liede di atas Sungai Mutiara./Bloomberg - Qilai Shen
Properti di Guangzhou, China, terlihat dari bawah Jembatan Liede di atas Sungai Mutiara./Bloomberg - Qilai Shen

Bisnis.com, JAKARTA – Harga hunian di China mulai kembali naik pada April setelah bank sentral negara tersebut memberikan relaksasi kredit pada pasar properti yang sangat diperlukan untuk bangkit seusai pemberlakuan lockdown.

Berdasarkan data Biro Statistik Nasional China (NBS), harga rumah di 70 kota besar di China, termasuk rumah subsidi, naik 0,42 persen pada April dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Harganya naik 0,13 persen dari kenaikan pada Maret 2020.

Sementara itu, harga di pasar sekunder, yang tidak terkena intervensi dari pemerintah, naik 0,22 persen pada April dibandingkan dengan tahun lalu dan naik 0,05 persen pada Maret.

Kenaikan harga ini menunjukkan bahwa pasar properti China sudah mulai kembali pulih bersamaan dengan bisnis China yang mulai berjalan normal setelah lockdown dan pembatasan perjalanan yang menghantam perekonomian sepanjang kuartal pertama.

Sebagai stimulus, bank sentral China telah memberikan pemangkasan cost of fund ke bank, menjanjikan likuiditas pada industri yang terdampak, dan mempermudah persyaratan untuk mengajukan pinjaman ke bank.

Meskipun tidak ada relaksasi yang ditargetkan secara khusus ke sektor properti, para konsumen properti memperkirakan akan adanya penurunan bunga cicilan untuk pembayaran hunian lebih lanjut mengikuti suku bunga acuan yangs udah turun dua kali tahun ini.

“Besarnya jumlah kredit menjadi kabar yang baik untuk pasar properti. Meskipun hanya sedikit memberikan dukungan ke pasar properti, sudah cukup memacu pembeli untuk meningkatkan daya belinya,” ungkap Yang Kewei, Research Director di China Real Estate Information Corp. dilansir Bloomberg, Selasa (19/5/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china bisnis properti

Sumber : Bloomberg

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top