Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tarif Sewa Gedung Perkantoran Dipastikan Tidak Turun

Bisnis sewa gedung perkantoran tengah menghadapi tantangan berat menyusul dampak virus corona jenis baru atau Covid-19.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 19 Mei 2020  |  15:33 WIB
Sejumlah gedung bertingkat di Jakarta, Senin (16/3/2020). Bisnis - Abdurachman
Sejumlah gedung bertingkat di Jakarta, Senin (16/3/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Bisnis sewa gedung perkantoran tengah menghadapi tantangan berat menyusul dampak virus corona jenis baru atau Covid-19.

Meskipun demikian, pengembang gedung perkantoran belum sampai menurunkan tarif sewa untuk menggaet para penyewa baru. Begitu pula dengan penurunan harga sewa bagi penyewa yang ada saat ini.

Vice President Director Metropolitan Kentjana Jeffry S. Tanudjaja mengatakan bahwa kebijakan terkait tarif sewa biasanya tergantung dari permintaan dan pasokan gedung perkantoran.

"Namun, dengan situasi saat ini memang kita [pemilik gedung perkantoran] lebih fleksibel untuk harga sewa. Kalau untuk tenant existing sampai saat ini tidak ada penurunan harga sewa," katanya pada Bisnis.com, Selasa (19/5/2020).

Pengembang Pondok Indah itu memiliki portofolio gedung perkantoran di Pondok Indah Town Center. Saat ini, perusahaan dengan kode saham MKPI itu tengah mengembangkan Pondok Indah Office yang beberapa waktu lalu progresnya mencapai 90 persen. 

Jeffry menyatakan bahwa dalam bisnis gedung sewa perkantoran, para calon penyewa juga biasanya kerap melakukan negoisasi harga sebelum memutuskan untuk menempati ruang tersebut. 

PT Bakrieland Development Tbk., juga sampai saat ini belum memutuskan untuk menurunkan harga sewa. Upaya ini perlu diperhitungkan dengan matang.

Sekretaris Perusahaan PT Bakrieland Development Tbk. Yudy Rizard Hakim mengaku bahwa semua lisnis bisnis properti sedang dihadapi tantangan. Namun, penurunan harga sewa belum dikaji. Bakrieland memiliki portofolio gedung perkantoran di antaranya Bakrie Tower dan Wisma Bakrie.

"Sampai saat ini kami belum mendiskusikan perihal [penurunan harga sewa] ini," katanya.

Sebelumnya, Leads Property Service Indonesia memproyeksikan bahwa pasar perkantoran yang berada di area pusat bisnis (central business district/CBD) Jakarta akan makin tertekan.

Saat ini, pasar perkantoran mengalami penurunan dari sisi permintaan mengingat adanya keterbatasan aktivitas bisnis seiring kebijakan berlakunya pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Leads mencatat bahwa selama kuartal pertama harga sewa kotor rata-rata menyentuh Rp352.940 per meter persegi per bulan atau tertekan sekitar 2,4 persen secara kuartalan (quarter to quarter/qoq) atau 4,6 persen secara tahunan (year on year/yoy). 

Sementara pasar perkantoran strata-title, harga rata-rata di CBD Jakarta tercatat Rp57.570.000 per meter persegi atau turun sebesar 2,5 persen qoq atau 2,6 persen yoy.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top