Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengembang Perlu Berhati-hati Ekspansi pada Masa Pandemi

Sebelum melakukan pengembangan proyek, pengembang perlu memastikan terkait dengan minat pembeli, pemasaran melalui sarana daring, hingga proses jual beli yang efisien.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 18 Mei 2020  |  16:25 WIB
Pembangunan klaster hunian di salah satu proyek perumahan. - Bisnis
Pembangunan klaster hunian di salah satu proyek perumahan. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — Pengembang harus lebih berhati-hati jika tetap memilih ekspansi atau meluncurkan produk properti di tengah sentimen virus corona jenis baru atau Covid-19 menyusul lesunya penjualan. 

Associate Director Coldwell Banker Commercial Dani Indra Bhatara mengatakan bahwa dalam masa kondisi sekarang ini, melakukan ekpansi proyek bisa saja terjadi dalam beberapa kemungkinan. Namun, pengembang harus memperhitungkan secara matang sebelum melakukan persiapan ekspansi tersebut.

Berdasarkan pengamatan Dani, tidak semua subsektor properti bagus untuk dilakukan upaya itu.

"[Rencana ekspansi untuk] properti komersial kemungkinan akan ditunda dulu sambil menunggu kondisi pulih. Perencanaan tetap berjalan, tetapi belum dieksekusi. Berlaku pula untuk rencana pengembangan apartemen," katanya kepada Bisnis, Senin (18/5/2020).

Akan tetapi, Dani menilai bahwa untuk produk perumahan masih mungkin dilakukan pada saat kondisi sekarang. Menurut pengamatannya, pengembang juga memang masih berusaha untuk berekspansi dengan mempertimbangkan pelbagai aspek.

"Pengembang cenderung lebih berhati-hati karena perlu keberhasilan saat launching," tuturnya.

Dia menyatakan bahwa sebelum melakukan pengembangan proyek, pengembang perlu memastikan terkait dengan minat pembeli, pemasaran melalui sarana daring, hingga proses jual beli yang efisien.

Hal itu dimaksudkan sebagai antisipasi agar peluncuran yang dilakukan tetap diminati pasar dan terserap dengan baik sesuai perencanaan. Apalagi, pengembang saat ini dihadapi perputaran arus kas yang tidak stabil.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspansi bisnis pengembang rumah
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top