Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Akankah Rp12 Triliun Dana Talangan Tanah Proyek Tol Segera Cair?

Asosiasi Jalan Tol Indonesia tengah melakukan koordinasi secara intensif dengan Lembaga Manajemen Aset Negara terkait percepatan realisasi dana talangan tanah.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 18 Mei 2020  |  13:35 WIB
Sejumlah alat berat tengah dikerahkan dalam pembangunan di salah satu proyek jalan tol. - Bisnis
Sejumlah alat berat tengah dikerahkan dalam pembangunan di salah satu proyek jalan tol. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Jalan Tol Indonesia tengah melakukan koordinasi secara intensif dengan Lembaga Manajemen Aset Negara terkait percepatan realisasi dana talangan tanah.

Sekjen Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) Krist Ade Sudiyono mengatakan bahwa koordinasi dilakukan dengan Lembaga Manajemen Aset Negara didukung oleh Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas dan Kementerian PUPR untuk mendapatkan terobosan solusi terbaik dalam membantu arus kas para badan usaha jalan tol yang dana talangan tanahnya masih tertahan.

"Kami mendapat informasi, pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah membahasnya dengan Komisi XI DPR RI dan akan mendukung BUMN yang telah membantu proses pengadaan tanah di proyek proyek strategis nasional melalui mekanisme DTT [dana talangan tanah]," jelas Krist melalui siaran pers, Senin (18/5/2020).

Dia menambahkan bahwa jika informasi ini benar, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp12,20 triliun dalam rangka pembayaran dana talangan tanah ini.

"ATI mengapresiasi langkah pemerintah ini dan berharap dapat direalisasikan segera," ujarnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa dengan terbitnya PP No. 23 tahun 2020 diharapkan dapat mengakomodasi terobosan-terobosan baru dalam mekanisme pembayaran dana talangan tanah dan percepatan prosesnya.

"Khusus terkait stimulus bagi industri infrastruktur dan sektor jalan tol pada khususnya, saat ini kami masih menunggu kebijakan konkret terkait stimulus ini. ATI terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan semua pemangku kepentingan," jelasnya.

Krist menambahkan bahwa dampak pandemi Covid-19, dengan berbagai penerapan kebijakan pemerintah, telah menyebabkan penurunan trafik di jalan tol di kisaran 40 persen hingga 60 persen.

"Penurunan yang sangat tajam ini, tentunya menggerus pendapatan dan kemampuan arus kas operator infrastruktur untuk memenuhi berbagai kewajibannya," ujarnya.

Selain itu, katanya, model bisnis pengadaan infrastruktur di Indonesia yang masih mengandalkan model kerja sama pemerintah dengan badan usaha juga memerlukan penanganan yang berbeda.

Menurutnya, stimulus ekonomi berupa kebijakan fiskal maupun moneter untuk industri ini, selain untuk memperbaiki kondisi keuangan para operator infrastruktur terdampak Covid-19, juga diharapkan dapat menjaga iklim usaha dan keberlangsungan model bisnis pengadaan infrastruktur dengan melibatkan swasta dan badan usaha.

"Semoga akan dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Operator infrastruktur menunggu langkah nyata pemerintah meluncurkan stimulus pemulihan ekonomi di industri infrastruktur," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol dana talangan
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top