Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ini Penyebab Penjulan Ritel Modern Bisa Melorot Saat Lebaran

Masyarakat diperkirakan bakal mengutamakan belanja untuk produk primer selama Lebaran dibandingkan produk sekunder dan tersier selama Lebaran 2020.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 17 Mei 2020  |  17:17 WIB
Ini Penyebab Penjulan Ritel Modern Bisa Melorot Saat Lebaran
Pengunjung berada di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Minggu (15/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Momen Ramadan dan Idulfitri tak serta-merta meningkatkan minat belanja masyarakat di tengah pandemi. Masih berlakunya kebijakan pembatasan sosial berskala besar dinilai turut mempengaruhi menurunnya keinginan untuk berbelanja.

Peneliti Senior Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah, mengatakan, aksi belanja masyarakat di ritel modern jelang Idulfitri tahun ini untuk produk sekunder tidaklah akan sebesar sebelum pandemi. Belanja masyarakat disebutnya akan lebih banyak diarahkan untuk kebutuhan primer, terutama pangan.

"Hanya sedikit yang akan membeli baju, perhiasan. Begitu pula untuk pembelian motor, perabot rumah tangga dan lainnya," ujar Pieter, Minggu (17/5/2020).

Dia menyebutkan kondisi ini bukanlah dipengaruhi oleh menurunnya daya beli masyarakat. Alih-alih demikian, pemberlakuan pembatasan sosial yang diiringi dengan ditutupnya operasional pusat perbelanjaan di kota-kota besar disebut Pieter sebagai pemicu.

"Ini bukan karena daya beli, kelompok perekonomian atas pun tidak akan berpesta selama Lebaran nanti. Pembatasan sosial akibat wabah akan menurunkan minat belanja. Buat apa beli baju baru kalau di rumah saja?" tuturnya.

Imbas tak beroperasinya gerai-gerai ritel modern di pusat perbelanjaan ini pun diakui oleh Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo yang menyebutkan bahwa penjualan selama dua pekan pertama Mei cenderung turun sampai 20 persen.

Budihardjo mengatakan bahwa peritel cukup menaruh harap pada penjualan pada momen seminggu jelang Lebaran dan minggu terakhir Mei. Kendati demikian, potensi kenaikan penjualan ini pun disebutnya tidak bisa dinikmati semua segmen. Budihardjo menyatakan hanya segmen yang melayani penjualan kebutuhan primer saja yang masih berpeluang naik.

"Selama dua pekan ini supermarket dan hypermarket cenderung turun. Kami harap bisa dikejar pada dua pekan sisanya jelang Lebaran," kata Budihardjo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ritel modern lebaran konsumsi
Editor : Yustinus Andri DP
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top