Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pelonggaran Lockdown di Sejumlah Negara bisa Pulihkan Impor Bahan Baku Indonesia

Kebijakan pelonggaran lockdown di beberapa negara asal impor Indonesia dinilai menjadi titik terang upaya memulihkan impor bahan baku untuk industri.
Dewi Aminatuz Zuhriyah
Dewi Aminatuz Zuhriyah - Bisnis.com 15 Mei 2020  |  19:40 WIB
Suasana di salah satu pabrik perakitan motor di Jakarta, Rabu (1/8/2018). - Bisnis/Abdullah Azzam
Suasana di salah satu pabrik perakitan motor di Jakarta, Rabu (1/8/2018). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Pelonggaran lockdown di sejumlah negara diprediksi akan meningkatkan arus impor bahan baku Indonesia, sehingga akan membantu mengembalikan kemampuan produksi industri manufaktur dalam negeri.

Ketua Komite Tetap Bidang Ekspor Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Handito Joewono menuturkan adanya pelonggaran lockdown terkait virus corona akan menghidupkan kembali perekonomian di negara-negara tersebut, sehingga impor Indonesia juga bisa membaik.

“Prediksinya, impor Indonesia akan mulai pulih per Juli 2020. Tetapi, tidak akan mencapai angka [realisasi impor] 2019 sampai [nanti] 2021,” ujarnya, Jumat (15/5/2020).

Menurut Handito, penurunan nilai ekspor April 2020 menjadi hanya US$12,19 miliar yang dibarengi penurunan impor menjadi sebesar US$12,54 miliar sehingga menghasilkan defisit senilai US$344,7 juta, merupakan kenyataan yang tidak perlu dicemaskan.

Dia menilai akan terjadi pergerakan kembali ke normal (back to normal) bahwa neraca perdagangan bakal mencapai titik keseimbangan di mana surplus yang terjadi tidak terlalu besar, seperti tercapai pada Januari-April 2020 yang surplus hampir US$9 miliar.

“Ke depannya, kita memang perlu mendesain ulang perdagangan internasional secara komprehensif. Kita tidak lagi bisa melihat ekspor dan impor secara terpisah, karena bagi perekonomian Indonesia yang terpenting adalah balance of trade dan kita sudah kembali positif. Itu yang dimaksud dengan back to normal pada ekspor,” terang Handito.

Dalam hal ini, dia mengakui perdagangan dunia memang turun sehingga berdampak pada ekspor impor Indonesia. Namun, selama Indonesia bisa mengelola ekspor dan impor dengan baik, maka itu cukup menjadi prestasi.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto disebutnya berhasil melakukan pengendalian ekspor dan impor dengan baik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur impor Virus Corona
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top