Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ada Selisih Harga Indeks Pasar BBN, Pertamina Klaim Tidak Terpengaruh

VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menjelaskan bahwa secara umum perbedaan antara harga indeks pasar (HIP) bahan bakar nabati (BBN) dan HIP solar tersebut tidak berpengaruh terhadap produksi biodiesel Pertamina.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 14 Mei 2020  |  18:32 WIB
Ada Selisih Harga Indeks Pasar BBN, Pertamina Klaim Tidak Terpengaruh
Petugas SPBU Pertamina menggunakan masker dan sarunga tangan saat melayani konsumen. - Istimewa / Pertamina
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) mengklaim tidak merasakan dampak dari jarak atau gap harga indeks pasar bahan bakar nabati.

VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menjelaskan bahwa secara umum perbedaan antara harga indeks pasar (HIP) bahan bakar nabati (BBN) dan HIP solar tersebut tidak berpengaruh terhadap produksi biodiesel Pertamina.

Dia menjelaskan, pembelian fame Pertamina kepada badan usaha nabati mengikuti regulasi pemerintah yaitu harga terendah antara HIP BBN dengan HIP Solar.

Adapun, atas selisih harga tersebut BUBBN mendapatkan insentif pembayaran dari BPDPKS.

"Pertamina tetep berkomitmen untuk implementasi B30," katanya kepada Bisnis, Kamis (14/5/2020).

Sebelumnya, pemerintah bakal menyuntikan dana subsidi untuk program biodiesel yang akan diserap dari APBN 2020.

Subsidi tersebut termasuk dalam program yang tertuang pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu mengatakan bahwa kondisi adanya gap atau jarak antara harga indeks pasar HIP BBN dan HIP solar pada saat ini membuat kebu subsidi meningkat.

Dia mengungkapkan, dengan adanya gap yang besar tersebut membuat insentif yang seharusnya diberikan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) tak lagi mencukupi karena kondisi keuangan yang tidak baik.

"Saat ini posisi keuangannya tidak mungkin untuk mengcover insentif itu hingga akir taun, cukup besar gapnya antara HIP," ujarnya pada Rabu (13/5/2020).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina bahan bakar nabati Biodiesel
Editor : David Eka Issetiabudi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top