Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mensos Minta Daerah Buka Data Penerima Bansos

Menteri Sosial Juliari Batubara meminta pemerintah daerah ikut serta mendukung penyaluran bansos agar tepat sasaran dengan cara membuka data penerima program tersebut.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 13 Mei 2020  |  21:29 WIB
Menteri Sosial Juliari P. Batubara menyampaikan sambutan saat menerima bantuan paket sembako di Jakarta, Senin (27/4/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Menteri Sosial Juliari P. Batubara menyampaikan sambutan saat menerima bantuan paket sembako di Jakarta, Senin (27/4/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Sosial meminta dinas sosial di kabupaten dan kota untuk membuka data penerima bantuan sosial tunai (BST) yang dilaporkan ke pemerintah pusat.

Menteri Sosial Juliari Batubara mengatakan, hal itu dibutuhkan untuk menghindari kasus salah sasaran dalam penyaluran. Dalam pelaporan data keluarga penerima bantuan, Kementerian Sosial menyatakan amat mungkin ditemui perbedaan data antara desa dan dinas sosial.

"Sangat mungkin data yang dikirim desa atau kelurahan ke dinas sosial berbeda dengan data yang dilaporkan dinas sosial ke Kemensos," katanya saat dihubungi Bisnis, Rabu (13/5/2020).

Dalam hal validasi data, Juliari menyatakan bahwa pemerintah pusat akan mengonfirmasi ulang data tersebut ke dinas sosial di daerah. Sehingga, kepastian data di daerah pun akan sangat bergantung pada keterbukaan dengan pemerintah tingkat desa atau kelurahan.

Adapun hingga Selasa (12/5/2020), Juliari mencatat penyaluran BST tahap pertama bagi masyarakat terdampak Covid-19 di luar wilayah Jabodetabek mencapai 1,52 juta keluarga atau 16,9 persen dari target penerima sebanyak 9 juta keluarga. Sementara itu, data usulan penerima dari kabupaten atau kota yang telah divalidasi mencapai 8,12 juta keluarga.

Usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo, Juliari pun sempat menjanjikan penyaluran bantuan akan dilakukan sebanyak dua kali sebelum Idulfitri. Bantuan ini masuk dalam skema penyaluran tahap dua yang dijadwalkan mulai diberikan pada minggu ketiga Mei.

BST diberikan dalam tiga tahap untuk rentang waktu April hingga Juni dengan nominal sebesar Rp600.000 per keluarga.

"Kami berharap sebelum Idulfitri sebagian besar penerima bansos sudah dua kali menerima bansos tunai, 2 kali Rp600.000, sehingga nanti setelah Idulfitri satu kali lagi," kata Juliari.

Kendati demikian, dia tak memungkiti jika penyaluran sebanyak dua kali sebelum Idulfitri bisa dirasakan oleh semua penerima manfaat. Pasalnya, pemerintah memerlukan waktu lebih banyak untuk mengirim bantuan bagi masyarakat yang tinggal di daerah yang tergolong sulit dijangkau.

Di sisi lain, data penerima BST pun disebut Juliari masih terus dibenahi. Dia mengakui sejumlah pemerintah kabupaten atau pemerintah kota menarik kembali data yang sebelumnya sudah diberikan ke pemerintah pusat.

"Ada beberapa [daerah], cukup banyak juga yang minta tarik kembali karena ada warga terdampak belum masuk [penerima manfaat], jadi proses sembari berjalan akan lebih kami sempurnakan," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bansos bantuan sosial kemensos
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top