Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KEK Pulau Baai Terhambat Pandemi Covid-19

PT Pelindo II Cabang Bengkulu menyebutkan bahwa realisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu terhambat karena pandemi Covid-19.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 08 Mei 2020  |  15:40 WIB
Dialog Investasi Bengkulu 2019 terkait dengan Kawasan Ekonomi Khusus Pulau Baai. Ada beberapa peluang usaha yang ditawarkan ke investor asing, seperti industri tekstil dan otomotif. IPC BENGKULU
Dialog Investasi Bengkulu 2019 terkait dengan Kawasan Ekonomi Khusus Pulau Baai. Ada beberapa peluang usaha yang ditawarkan ke investor asing, seperti industri tekstil dan otomotif. IPC BENGKULU

Bisnis.com, BENGKULU - PT Pelindo II Cabang Bengkulu menyebutkan bahwa realisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu terhambat karena pandemi Covid-19.

Deputi General Manajer Komersil PT Pelindo II Cabang Bengkulu Hendri Adolf mengatakan pandemi Covid-19 membuat sejumlah perusahaan menunda investasi di kawasan pelabuhan.

"Untuk KEK ini masih terus berproses tapi terhambat realisasinya karena pandemi ini khususnya untuk menggandeng calon investor," jelas Hendri di Bengkulu, Jumat (8/5/2020).

Kata Hendri, pihaknya sudah melakukan penjajakan ke sejumlah investor asal India dan Australia untuk mengembangkan KEK di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu.

Ada beberapa peluang usaha yang ditawarkan ke investor asing tersebut di antaranya pengembangan industri tekstil dan otomotif.

Hendri menyebut berdasarkan PP No 1 tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Kawasan Ekonomi Khusus, pengusulan KEK tidak diperlukan lagi surat pernyataan kepemilikan nilai ekuitas dan surat pernyataan kesanggupan melaksanakan pembangunan dan pengelolaan KEK.

"Tetapi tetap harus mendaftar ke Dewan KEK Nasional dan itu yang dikejar sekarang oleh Pelindo dan Pemprov Bengkulu. Disamping itu kita mencari vendor yang ingin berinvestasi di KEK ini," papar Hendri.

Sebelumnya, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah meminta PT Pelindo II sebagai pengelola Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu menggratiskan lahan yang ada di sekitar pelabuhan.

Kata Rohidi, tarif sewa lahan di pelabuhan terbilang mahal sehingga berdampak pada minimnya minat investor untuk membuka usaha di pelabuhan.

Penggratisan lahan ini juga berkaitan dengan percepatan kawasan Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu menuju KEK.

"Kita sudah tahu bahwa puluhan tahun lahan PT Pelindo itu tidak dimanfaatkan. Kalau tetap memberikan syarat harus sewa itu membuat investor berpikir mending cari lahan di luar. Kalau mahal begini belum tentu investor mau. Kalau perlu digratiskan saja," demikian Rohidin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Investasi Manufaktur KEK Pulau Baai

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top