Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pandemi Berakhir, Perum Perindo Optimistis Perbaikan Kinerja Segera Dilakukan

Direktur Utama Perum Perindo Farida Mokodompit mengatakan secara garis besar pandemi Covid-19 telah mengoreksi kinerja perusahaan sekitar 25-30 persen.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 07 Mei 2020  |  12:57 WIB
Nelayan menata keranjang berisi ikan saat berlangsung pelelangan di Pelabuhan Perikanan Kutaraja, Desa Lampulo, Banda Aceh, Aceh, Rabu (1/4 - 2020). Toke Bangku atau Pedagang Penampung di daerah itu menyatakan hasil tangkapan ikan terkendala pemasaran dan saat ini hanya mengandalkan pasar lokal, jika tangkapan ikan melimpah harganya anjlok, sedangkan untuk penjualan ke luar daerah Aceh terhenti sejak beberapa pekan terakhir dampak dari pandemi Covid/19. ANTARA
Nelayan menata keranjang berisi ikan saat berlangsung pelelangan di Pelabuhan Perikanan Kutaraja, Desa Lampulo, Banda Aceh, Aceh, Rabu (1/4 - 2020). Toke Bangku atau Pedagang Penampung di daerah itu menyatakan hasil tangkapan ikan terkendala pemasaran dan saat ini hanya mengandalkan pasar lokal, jika tangkapan ikan melimpah harganya anjlok, sedangkan untuk penjualan ke luar daerah Aceh terhenti sejak beberapa pekan terakhir dampak dari pandemi Covid/19. ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) menilai perbaikan bisnis berbagai lini usahanya akan terjadi sekitar tiga bulan usai pandemi virus corona atau Covid-19 berakhir.

Direktur Utama Perum Perindo Farida Mokodompit mengatakan secara garis besar pandemi Covid-19 telah mengoreksi kinerja perusahaan sekitar 25-30 persen.

Menurutnya hal itu terjadi hampir di seluruh segmen usaha perseroan yakni budidaya, perdagangan, dan penyediaan jasa pelabuhan.
"Jadi penurunan rerata 25-30 persen, perusahaan akan recovery kira-kira tiga bulan setelah wabah corona mereda," katanya kepada Bisnis, Rabu (6/5/2020).

Farida mengemukakan ada sejumlah strategi yang akan digencarkan perseroan dalam masa krisis saat ini. Pertama, meningkatkan penjualan khususnya melalui daring blanja.com guna memudahkan masyarakat mendapat produk dengan tetap menjalankan penjualan secara ritel.

Kedua, menjalankan penugasan dalam program jaring pengaman sosial oleh Kementerian BUMN untuk menyerap hasil nelayan dan petambak 1.500 ton.

Ketiga, tetap memasok bahan pangan untuk program Warung Tetangga bersama klaster pangan yang dikoordinir oleh PT BGR. Keempat, percepatan produksi pabrik pakan ikan dan udang.

Adapun, untuk penyerapan ikan nelayan 1.500 ton, perseroan baru saja mendapatkan stimulus kucuran dana oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebesar Rp30 miliar.

Farida mengatakan dukungan modal usaha dari pemerintah itu sangat diperlukan untuk meningkatkan kapasitas pembelian hasil tangkapan nelayan dan hasil budidaya petambak. Penyerapan hasil tangkapan ikan nelayan ini dilatarbelakangi banyaknya nelayan yang ikut terdampak pandemi Covid-19.

Hal ini lantaran serapan hasil perikanan mereka berkurang drastis. Oleh karena itu, penyerapan ikan tangkapan nelayan oleh Perum Perindo merupakan komitmen perusahaan terhadap para nelayan. Perum Perindo mulai menyerap hasil perikanan nelayan pada awal Mei 2020 melalui lima cabang dan 23 unit yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Perum Perindo juga akan berkoordinasi dengan pihak lain, untuk memperluas penyerapan. "Penyerapan yang pertama tentu saja di lokasi-lokasi kami. Kami juga akan berkoordinasi dengan Ditjen Perikanan Tangkap KKP misalnya, yang punya data cold strorage dan nelayan-nelayan yang ikannya belum tertampung," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN perikanan Virus Corona perindo
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top