Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Menukik, Pabrik Bokar di Kalsel Tetap Berproduksi

Meski harga menukik turun, produksi bokar di sentra pertanian karet alam di Kalimantan terus berlanjut di tengah pandemi Covid-19 yang melemahkan permintaan industri karet remah (crumb rubber).
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 07 Mei 2020  |  04:00 WIB
Buruh tani memanen getah karet di Desa Tunas Baru, Sekernan, Muarojambi, Jambi, Kamis (30/4 - 2020). Buruh tersebut mendapatkan upah 50 persen dari hasil penjualan getah yang dipanen. ANTARA
Buruh tani memanen getah karet di Desa Tunas Baru, Sekernan, Muarojambi, Jambi, Kamis (30/4 - 2020). Buruh tersebut mendapatkan upah 50 persen dari hasil penjualan getah yang dipanen. ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA – Meski harga menukik turun, produksi bokar di sentra pertanian karet alam di Kalimantan terus berlanjut di tengah pandemi Covid-19 yang melemahkan permintaan industri karet remah (crumb rubber).

Harga bahan olah karet (bokar) mengalami penurunan Rp3.000 – 3.500 per kg sejak beberapa bulan terakhir. Sebelum pandemi Covid-19 melanda, harga bokar di tingkat petani dengan kadar karet kering (K3) 50% berkisar Rp8.000 – Rp8.500 per kg dan kini hanya Rp5.000–Rp5.500 per kg.

Bokar yang dihasilkan petani karet di luar unit pengolahan dan pemasaran bokar (UPPB) lebih murah lagi karena kualitas K3 di bawah 50%. Harga bokar dengan K3 di atas 60% saat ini berada pada harga Rp10.500 per kg.

Kasdi Subagyono, Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, mengatakan penurunan harga bokar petani lantaran pabrik crumb rubber membatasi pembelian bokar seiring dengan pandemik Covid 19.

“Di tengah kondisi yang mengimpit petani ini, UPPB masih tetap bergerak untuk mengembangkan bokar petani,” katanya dalam keterangan pers, Rabu (5/5/2020)

Kasdi menyebutkan salah satu yang masih berproduksi adalah UPPB Karya Tani di Desa Kebun Raya, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. UPPB ini didirikan pada 29 September 2014, dan terregistrasi dengan nomor STR-UPPB: 16-05-1114-0001 dan SKT Nomor: 00-11-01/00443/V/2016.

Ketua UPPB Karya Tani Agus Kharison mengatakan unitnya masih berproduksi dan memasarkan bokar agar petani bisa tetap menyadap karet di tengah pandemi Covid-19.

Penyetoran bokar tidak hanya sebatas ke pabrik crumb rubber pabrik di Kalimantan Selatan, tetapi juga ke Kalimantan Tengah. “Pokoknya kami akan kejar di mana ada pabrik crumb rubber yang bisa menampung bokar kami.”

Pekaan lalu, Agus mengaku mengirimkan bokar ke pabrik crumb rubber PT Kahayan Berseri sampai di Kalimantan Tengah.

Provinsi Kalimantan Selatan merupakan salah satu sentra karet. Luas areal karet di provinsi ini pada 2019 mencapai 191.885 hektare dengan produksi 10.467 ton. Saat ini, Kalimantan Selatan memiliki sebanyak 133 UPPB.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

petani karet Harga Bokar Harga Karet Remah
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top