Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pembiayaan Defisit Tembus Rp1.400 Triliun, Ini Skema Menutup Bolong APBN

Sebanyak Rp500 triliun defisit fiskal akan dibiayai dari saldo kas pemerintah di BI dan perbankan nasional, dana BLU, pinjaman ADB dan Bank Dunia serta penerbitan obligasi valas.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 29 April 2020  |  09:17 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Kamis (9/4 - 2020). Dok. Bank Indonesia
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Kamis (9/4 - 2020). Dok. Bank Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperhitungkan sebagian dari total defisit fiskal pemerintah sebesar Rp1.400 triliun akan dibiayai melalui pinjaman dari lembaga dunia dan pasar obligasi.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan sebanyak Rp500 triliun defisit fiskal akan dibiayai dari saldo kas pemerintah di BI dan perbankan nasional, dana BLU, pinjaman ADB dan Bank Dunia serta penerbitan obligasi valas.

"Ini hitung-hitungan kasar kami, untuk defisit fiskal sekitar Rp1.400 triliun," ujar Perry dalam press briefing virtual, Kamis (29/4/2020).

Sisanya yakni sekitar Rp900 triliun dikurangi anggaran yang sudah dialokasikan untuk tambahan belanja penanganan Covid-19 yang totalnya mencapai sebesar Rp225 triliun sehingga sisanya menjadi Rp675 triliun. 

Dari Rp675 triliun tersebut, sambung Perry, di antaranya akan dianggarkan untuk pemulihan ekonomi sebesar Rp150 triliun. Pemenuhan anggarannya akan melalui mekanisme tersendiri dan tidak harus dari pasar obligasi. 

Kemudian, sebanyak Rp100 triliun akan ditopang oleh kebijakan pelonggaran Giro Wajib Minimum (GWM) BI sehingga perbankan dapat menyerap SBN.

“Sebanyak Rp675 triliun dikurangi Rp150 triliun, kemudian dikurangi Rp100 triliun, itu kurang lebih ada Rp425 triliun,” papar Perry. 

Sisanya sebanyak Rp425 triliun akan dipenuhi melalui lelang SBN yang akan dilaksanakan pemerintah hingga akhir tahun ini.. "Kalau kami hitung sisa lelang sampai akhir tahun, kebutuhannya dari lelang tidak melonjak."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia defisit fiskal
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top